Senin, 02 Maret 2015

Friend of Life






Gue menghidupkan laptop dengan perasaan yang kembang-kuncup seperti bunga putri malu. Ya tepat pada hari itu gue akan menerima hasil test beasiswa ke Jepang yang diadakan oleh Fullbright.

"Selamat kepada An. Muhammad Valdy Akbar Zam yang telah lulus test beasiswa yang diselenggarakan Fullbright. Mohon besok untuk hadir di test wawancara terakhir.

*note : Tolong surati lewat email Universitas yang ada di Tokyo dan Osaka apakah anda diterima atau tidak setelah test wawancara besok.

Terima kasih. Sekali lagi SELAMAT!"



Gue pun langsung loncat kegirangan sampai-sampai kepala gue harus membentur tembok. Tanpa basa-basi gue langsung nge-SMS teman gue yang ikut test beasiswa juga, Namanya Ruly Cahyadi. Dia adalah teman dekat gue dari SMP sampai sekarang.

"Ya, gue juga keterima, mau satu universitas gak ? gue sih milih Osaka University." Balas Ruly.

"Oh, oke. Disuruh ngirim email ke Univertasnya kan ? Lu udah ?" Tanya gue ke Ruly yang mungkin lagi kegirangan juga dan kepalanya membentur tembok.

"Udah, tapi gue gak lewat email. Pake burung merpati bokap gue. 3 hari nyampe." Balas Ruly.

========

Akhirnya kami berdua pun menginjakan kaki di Osaka. Sebuah kota yang sepertinya sangat anti terhadap Tokyo, budaya dan dialeknya pun berbeda sangat jelas. Kami pun menempati apartemen khusus mahasiswa.

"Lu jangan nge-grepe gue pas tidur ya rul." Kata gue kepada Ruly yang jelas-jelas mempunyai tampang yang sama seperti homo-homo yang ada di forum bokep. Tapi jujur, Ruly sedikit lebih ganteng dibanding homo-homo itu.

"Bangsat. Gue gak homo! Yang homo tuh si Daffa!" Kata Ruly sambil membuat kopi susu yang dia bawa. Daffa adalah teman kami berdua juga.

Gue pun langsung membereskan baju dan barang-barang yang gue bawa.

Tiba waktu dimana gue dan Ruly akhirnya belajar di negeri orang, tak kenal siapa-siapa dan tak ada sanak keluarga. Gue udah siap dengan hal ini dan Nyokap gue bilang kalau di Jepang usahain jangan terlalu sering keluar malam.

Gue milih jurusan Hubungan Internasional, sementara Ruly milih jurusan Kampung Rambutan - Leuwi Panjang Statistika. Kami pun akhirnya sepakat untuk bertemu di kafe dekat sekolah saat kelas sudah selesai.

Hari pertama pun diawali dengan perkenalan yang lebih dikenal dengan nama "Jikoshoukai". Gue pun udah menyiapkan Jikoshoukai yang keren dari jauh-jauh hari. Tapi apa daya pelafalan bahasa Jepang gue yang berantakan, banyak tertawaan dibanding tepukan dari teman-teman baru gue ini. Gue pun langsung izin ke toilet, gue udah kebelet daritadi mau buang hajat.

Disaat perjalanan ke toilet, gue melihat banyak murid yang sedang dihukum. Mungkin karena telat. Ternyata di negara yang super disiplin ini ada juga yang terlambat.

Gue pun iseng melewati murid-murid itu dan pandangan gue hanya tertuju pada satu cewek. Rambutnya di twintail dan mempunyai mata yang sayu. Gue terus memperhatikan dia dan langsung berpaling saat dia tiba-tiba melihat gue. Dia langsung mengembangkan pipinya ketika melihat gue. Gue pun tersenyum dan langsung berjalan cepat.

Gue bingung, mungkin dia gak suka diliatin kaya gitu atau muka gue yang lebih mirip pantat panci sehingga orang-orang eneg liat muka gue. Entahlah.

Setelah selesai kelas, gue langsung menuju kafe dekat sekolah untuk menemui Ruly. Ruly pun datang bersama Dimas, teman SMA gue yang culun namun mempunyai muka yang manis.

"Eh Dim, kampret. Ada disini juga lu." Kata gue sambil menyalami Dimas.

"Iyanih, bokap gue pindah kesini. Dunia udah makin sempit ajah ya." Kata Dimas.

"Hy! Dimas ya ?" Kata seorang cewek tinggi nan cantik yang tiba-tiba menyapa Dimas.

"I-iya kenapa ?" Tanya Dimas keheranan.

"Engga-engga hehehe." Kata cewek itu dan langsung pergi.

"Buset, cakep bener tuh cewe. Gebet dim cepetan." Kata Ruly.

"Hahaha kampret lu, mau ikut gue latihan gitar gak ?" Tanya Dimas. Dimas sendiri memang jago bermain gitar, sementara gue lebih jago menggembala kambing.

"Yaudah deh, ajarin gue dim. Gue gak bisa main gitar. Lu mau ikut gak Dy ?" Tanya Ruly.

"Engga deh, gue ke Dotonbori dulu, mau makan, laper. Bye." Gue langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

Disepanjang jalan, gue gak henti-hentinya memikirkan cewek itu. Siapa dia ? Dari mana dia ? gak tau. Sesampainya di Dotonbori, gue langsung menuju kedai ramen yang sepi pengunjung. Iya, gue yakin itu kayaknya kedai baru.

"Pak, pesan 1 ramennya ya." Kata gue menggunakan bahasa jepang sefasih mungkin.

"2 ajah pak!" Teriak tiba-tiba dari seorang cewek. Ternyata dia cewek yang dihukum tadi.

"Jadi yang bener 1 atau 2 ?" Tanya bapak itu dengan perasaan heran. Gue juga heran, Dian Sastro juga heran.

"2 deh pak." Kata dia. Gue bingung, dia lancang banget nyambar omongan gue.

"Eh sendirian ajah nih." Dia langsung tersenyum. Gue keheranan, Dian Sastro keheranan juga. (SEJAK KAPAN DIAN SASTRO ADA DISAMPING GUE ? Lupakan.)

"Iya, kenapa emangnya ? Mau nemenin ?" Tanya gue kepedean.

"Yaudah deh, kasian liat kamu sendirian." Kata dia sambil tersenyum.

"Lah kamu juga kesini sendirian kan." Seru gue.

"Hihihihi, iya-iya." Kata dia sambil tertawa kecil.

"Tadi kenapa kamu telat ?" Tanya gue mencoba basa-basi.

"Iya, aku bangun tidurnya telat. Ya begitu deh." Jawab dia. Ternyata dia orangnya terlalu jujur.

Akhirnya ramennya sudah siap, gue langsung menyantapnya sementara dia masih ngeliat gue dengan lirikan aneh.

"Loh kok gak dimakan ?" Tanya gue keheranan, mulut gue penuh sama mie.

"Engga, kamu lucu ajah sih. Makannya cepet banget." Kata dia.

"Udah ah, aku lagi laper nih." Kata gue sambil menyuap. Dia pun langsung makan. Duh ini cewek aneh banget sih, kayaknya dia ngeliat ada yang aneh dari gue.

Selesai makan, gue mau ngebayar makanannya. Pas gue ngeluarin dompet, tiba-tiba dia megang tangan gue.

"Udah aku ajah yang bayar, lagian aku kan yang mesen tadi." Kata dia. Lah gue bingung, belum kenalan ajah dia udah baik kaya gini.

"Yaudah deh makasih." Kata gue sambil bersyukur duit gue gak berkurang.

Gue beruntung hari ini, ada cewek yang baik hati seperti dia, padahal kami belum saling mengenal. Hanya kontak mata saja saat dia dihukum.

"Eh, aku minjem handphone kamu dong." Kata dia. Kita belum kenalan woy!!! kata gue dalam hati melihat tingkahnya yang aneh.

"Eh iya-iya. Nih." Kata gue sambil memberi HP gue ke dia. Terlihat dia mengetikkan sebuah nomor, mungkin dia mau menelepon. Tapi dia terlihat sibuk mengetik, APAKAH HANDPHONE GUE DIBAJAK ? Oh Tidak.

"Nih handphonenya. Makasih ya. Aku pulang dulu ya. Hehe." Kata dia sambil tersenyum. Gue tersenyum balik. Heran.

Malamnya, gue terus memikirkan siapa dia ? Kok tiba-tiba sok akrab gitu sama gue ? Mungkinkah dia cerminan gebetan-gebetan gue yang selalu sok asik kalau deket gue ? Gak tau.

Gue langsung mengambil HP dan ternyata ada satu SMS. Ternyata itu dari Daffa, temen gue yang mempunyai track record yang baik dalam hal pacaran.

"Dy, gue masuk UGM. Tapi gue mau banget nyusul lu berdua. Masih bisa gak ?" Tanya Daffa.

"Masih, tapi gue gak tau kapan. Lu cek ajah terus di websitenya." Balas gue dengan rasa malas.

"Oh oke, salam buat Ruly ya, Nyokap gue kangen sama dia." Kata Daffa. Buset, ternyata Nyokapnya Daffa lebih sayang sama Ruly.

Setelah gue ngebales SMS dari daffa, gue langsung mau nelepon Yanto, temen gue yang tinggal di Fukuoka. Pas gue mau mencari nama dia di buku telepon, tiba-tiba ada kontak yang gue belum pernah lihat sebelumnya.

Ayana ? Siapa dia ? Apakah dia nama burung hantu Limbad ? Entahlah. Gumam gue dalam hati. Gue penasaran dia siapa dan gue pun langsung nelepon dia.

*TUUUT*

*TUUUT*

"Moshi-moshi ?" Tanya seorang cewek diseberang telepon. Gue gugup.

"Moshi-moshi ?" Gue tambah gugup. Gue gak tau harus ngapain.

"Ini siapa ?" Tanya dia menggunakan bahasa Jepang. mampus.

"Kamu sendiri siapa ?" Tanya gue balik. Gue tambah makin gugup.

"Kok nanya balik ? Aku yang tadi, yang makan sama kamu." Jawab dia. Dia menggunakan bahasa Indonesia sekarang. Gue pun menghela nafas, ternyata Ayana itu dia cewek yang tadi bayarin gue makan.

"Oh, jadi nama kamu Ayana ?" Tanya gue.

"Iya. Kamu sendiri ?" Tanya dia balik.

"Kamu gak perlu tau deh." Jawab gue mantap. Gue bakal buat dia penasaran.

"Jadi kamu gak punya nama ? Aduh, apa perlu aku kasih nama buat kamu ?" Kata dia. Gue gondok.

"Punya punya! Nama aku Valdy. Hehe." Kata gue sambil tertawa kecil.

"Oh Valdy, namanya bagus." Kata dia. Ah, mungkin perkataan dia ini cuma basa-basi doang. Gue pun ingin segera mengakhiri percakapan ini. Gue takut ditanya-tanya yang aneh-aneh sama dia.

"Yaudah deh, aku makan dulu ya." Kata gue.

"Oke. Yang enak ya." Kata dia dengan ramah. Gue udah biasa dapet perkataan kaya gini dari gebetan gue. Tapi cara dia bercanda beda, gue jadi nyaman sendiri kalau dia memberikan rasa pedulinya ke gue.

Ruly pun pulang dengan membawa 2 kantong makanan. Gue tau dia mau ngasih gue satu bungkus, ternyata Ruly sudah berubah jadi orang baik.

"Makasih ya rul!" Kata gue sambil mengambil satu bungkus makanannya.

"Ngapain lu ambil kampret! Itu dua-duanya punya gue!" Seru Ruly sambil mengambil kembali bungkus makanan yang gue pegang.

"Buset, lu kelaperan ya ?" Kata gue.

"Eh tadi gue ketemu cewe cantik banget." Kata Ruly sambil menuangkan makanannya ke dalam piring.

"Iya gue juga." Ucap gue dengan santai ke Ruly. Yang gue maksud itu Ayana.

"Oh gitu. Yaudah. Gausah cerita dy, nanti kuping gue bernanah." Kata Ruly dengen nada sirik. Ruly emang sudah jomblo 2 tahun dan diputusin gara-gara hal yang sepele.

=========

Udah seminggu gue kuliah di Osaka, gue pun sekarang udah bisa mulai beradaptasi. Sementara Ruly masih belajar main gitar sama Dimas. Gue pun berjalan dengan langkah gontay menuju kantin dan melihat Ayana sendirian sambil membaca buku.

"Eh, sendirian ajah." Kata gue sambil tersenyum, mencoba akrab. "Udah seminggu aku gak liat kamu loh. Haha."

"Iya nih, kamu kangen sama aku ya ?" Kata Ayana sambil tersenyum balik. Sumpah, kepedean mih cewek.

"Engga kok, hehe. Cuma mau nemenin kamu doang. Kasihan kamu sendirian." Kata gue mencoba mengikuti perkataan dia saat di Kedai Ramen di Dotonbori.

"Ih itu kan perkataan aku, ngapain diikutin." Kata dia sambil menutup buku.

"Masih inget juga ya kamu ?" Tanya gue.

"Ingetlah. Pas aku mikir dua kali, ternyata perkataan aku itu freak banget!" Kata Ayana.

"Iya freak." Kata gue kalem.

"Udah ah, gausah dibahas lagi." Kata Ayana sambil tersenyum.

"Eh berdua ajah!" Seru seorang cewe sambil menepuk pundak Ayana. Semoga dia bukan tukang hipnotis.

"Kenapa ? Sirik ?" Kata Ayana kepada temannya. Oh gue baru inget, cewe ini yang menyapa Dimas waktu itu. Dunia semakin sempit.

"Eh kamu yang waktu itu nyapa Dimas kan ? Yang di deket kafe itu." Kata gue ke dia.

"Iya-iya, kok kamu tau sih ?" Tanya dia.

"Lah, kan aku disitu, ngobrol sama Dimas." Seru gue. Ternyata keberadaan gue waktu itu tidak terlalu dianggap.

"Oh iya-iya. Bilang ke Dimas, nama aku Shania gitu. Plis!" Dia memohon kepada gue.

"Eh, sendiri ajah. Lagian Dimas orangnya baik kok." Kata gue yang males banget kalau disuruh ini-itu.

"Yaudah deh, nama kamu siapa ?" Tanya dia yang ternyata bernama Shania.

"Valdy." Kata Ayana.

"Eh aku gak nanya kamu ya!" Seru Shania.

"Udahlah, emang itu nama aku kok." Kata gue menetralkan suasana, sebelum kedua perempuan ini mendeklarasikan perang dunia.

"Oh yaudah deh, aku pulang dulu ya. Bye." Kata Shania. Dia orangnya cantik dan tinggi, cocok lah buat Dimas, tapi gue gak tau Dimasnya mau atau engga sama dia.

"Aneh ya dia. Rusuh banget orangnya."

"Iyasih, dia orangnya emang gitu. Eh Val, aku pulang dulu ya." Kata Ayana.

"Oh oke, hati-hati."

"Jangan kangen ya!" What ? Sumpah, gue gak pernah ketemu cewek kaya dia. Gue bukan siapa-siapanya dia ajah udah digituin.

Ini adalah pertama kalinya gue ketemu sama cewek seperti Ayana. Gue merasa mungkin dia udah nyaman dengan keberadaan gue atau cuman basa-basi ajah biar keliatan ramah, akhirnya, saat itu, gue mengira bahwa Ayana cuman basa-basi ajah. Gue gak bakal buat Ayana spesial dimata gue, karena kenal juga baru seminggu yang lalu.

Gue pun langsung cabut ke Namba Parks soalnya udah janjian sama Ruly dan Dimas. Naik bis. Sendiri. Mugkin kalau Ayana tadi belum pulang, mungkin dia ikut sama gue sekarang. Duh lagi-lagi dia yang memenuhi pikiran gue.

Sesampainya di Namba Parks. Gue cengo. Luas banget, mal di Indonesia gak ada yang sebesar ini. Disaat seperti ini, gue menjadi merasa seperti orang udik.

"Eh Rul. Dimas mana ?" Tanya gue ke Ruly. Gue gak liat Dimas.

"Biasa latihan mendadak. Kan si kampret mau ngadain konser jazz dan you know lah, Fansnya makin banyak ajah." Kata Ruly.

"Daffa ada nelepon lu gak ?" Tanya gue ke Ruly.

"Hampir tiap hari. Katanya dia mau nyusul kita, tapi gak tau juga." Kata Ruly sambil menggaruk rambutnya. Udah lama gak shampoan, sehingga kutu di rambutnya sudah membuat pemukiman di kepala Ruly. "Eh, gue tau nama cewe cantik yang gue temuin waktu itu."

"Siapa ?"

"Namanya Beby. Gue nguping dia pas ngobrol sama temennya. Wuih suaranya itu, unik." Seru Ruly sambil muncrat.

"Oh gitu. Terus-terus ?" Tanya gue penasaran. Penasaran karena terpaksa.

"Ya gitu deh, gue juga dapet nomor teleponnya sama alamat rumahnya. Besok gue ke rumah dia deh." Kata Ruly.

"Kenalan dulu deh, kampret. Jangan langsung, entar canggung, baru mampus lu." Kata gue menasehati Ruly.

"Iya deh, nanti gue telpon dia." Kata Ruly. Gue pun hanya menghela nafas. Ruly kalau udah suka sama cewek, apapun pasti dia lakukan demi sang pujaan hati.

Sudah mulai gelap, cahaya lampu kota tetap bersinar menyinari kota Osaka. Gue pun sekarang lagi termenung di bilik termenung. Gue lagi boker. Sambil boker, gue terus mikirin Ayana. Gue yang masih menganggapnya hanya sebagai teman "baru" ini selalu nempel di otak gue. Mungkin dia udah buat gue nyaman dan sebaliknya dia pun mungkin udah nyaman jika ada gue. Gue masih mikir, apakah gue bakal terus begini sama Ayana. Iya, sampai akhirnya gue bisa bener-bener membuat dia nyaman.

Setelah menekan tombol flush kamar mandi yang menenggelamkan tai gue. Gue langsung mengambil handphone buat nelepon Ayana. Tapi sayang, gue gak berani buat nelepon duluan. Iya, gue merasa bahwa Ayana itu udah menjadi "teman baik" gue disini, tapi gue benci kata "teman" kalau kata itu disematkan buat cewek sebaik dia, apa mungkin gue bakal pacarin dia. Ah gue bingung.

=========

"Gue cabut ke rumah Beby dulu ya. Gue barusan udah ketemu dia." Kata Ruly yg baru kemarin malam teleponan sama Beby.

"Oh yaudah." Kata gue sambil memainkan handphone. Ya udah 3 hari gue belum ketemu saya Ayana dan gue pun rasanya pengen banget ngobrol sama dia Lewat telepon itu rasanya aneh banget, buang-buang waktu.

Gue pun menghidupkan TV, nonton berita. Kali ini gue nonton berita seorang mahasiswa bunuh diri dengan cara gantung diri akibat depresi. Iya, asal tau ajah, di negara maju seperti ini masih ajah ada yang bunuh diri. Tingkat bunuh diri di Jepang masih terhitung tinggi. Akhirnya pemerintah Jepang meluncurkan program bernama GKB47. Kampanye GKB47 ini melibatkan idol grup asal Jepang yaitu "AKB48"

Udah satu jam gue nonton TV sambil tengkurep tiba-tiba ada bunyi bel pintu berbunyi. Mungkin ini ada yang jail. Kalau Ruly kan punya kunci sendiri dan gak mungkin dia ngebunyiin bel kalau mau masuk. Dengan langkah berat gue pun membuka pintu. Dan ternyata pas gue buka, itu adalah Ayana.

"Eh cantik, kok tau aku ada disini ?" Kata gue.

"Ih gombal deh. Aku tau dari temen kamu tuh yang namanya Ruly." Kata Ayana.

"Lah kok kamu tau dia ?" Tanya gue heran. Kenapa Ayana bisa tau Ruly.

"Iya, kan Ruly itu temennya Beby dan Beby sendiri itu temen aku." Kata Ayana. Ternyata teori "Dunia semakin sempit." memang benar adanya.

"Yaudah deh ayo masuk." Kata gue.

Ayana pun duduk di meja makan. Sementara gue ke kemar mandi dulu buat cuci muka.

"Ayana mau aku mau masakin apa ?" Tanya gue sehabis cuci muka. Gue mumpung bisa masak, bolehlah masakin orang secantik dia.

"Engga usah deh. Ngerepotin kamu. Nih aku bawain makanan. Aku loh yang masak sendiri." Kata dia.

"Oh yaudah deh makasih." Gue memang sudah lapar. "Emang Ayana bisa masak ?"

"Engga juga sih. Itu juga diajarin Shania. Yaudah deh makan cepet. Kalau gak enak gausah dimakan." Kata Ayana sambil membuka tempat makanannya. Ternyata itu adalah Ayam Balado, makanan kesukaan gue, darimana Ayana tau gue suka Ayam balado. Gue langsung nuangin ke piring makanan tersebut.

"Pasti enak, kan yang masakin Ayana." Kata gue sambil duduk disebelah dia.

Gue pun memakannya, dan rasanya juga enak. Tapi tetap, masakan ayam balado nyokap lah juaranya.

"Kok kamu tau sih aku suka Ayam Balado ?" Tanya gue.

"Kamu suka sama Ayam Baladonya apa sama yang ngebuatnya ?" Tanya Ayana sambil mengangkat alisnya. Gue diem, Ayana diem, Limbad juga diem. Sejak kapan Limbad ada di kamar gue ?

"Suka sama ayam baladonya lah!" Seru gue sambil mencabik-cabik daging ayamnya.

"Kalau begitu, otomatis kamu suka sama yang ngebuatnya dong." Kata Ayana.

"Iya deh iya, Hehe." Kata gue. Keceplosan.

"Kamu beneran suka sama aku ? Jujur." Tanya Ayana. Gue keselek. Ayana langsung ngambilin minum. Reflek gue mendengar Ayana ngomong gitu adalah keselek. "Udah eh udah. Gausah dijawab hehe."

Sehabis makan, gue langsung membuka pintu balkon dan gue sama Ayana ngobrol disitu.

"Kamu udah punya pacar belum ?" Tanya Ayana. Gue kaget Ayana nanya seperti itu.

"Belum, aku belum pernah pacaran."  Jawab gue kalem. "Tapi jujur, aku sering banget ditikung pas udah cocok. Pasti!"

"Ih kok sama sih, aku juga belum pernah pacaran tau!" Seru Ayana. "Aku sih gimana ya. Kaya cinta bertepuk sebelah tangan gitu deh. Pas aku udah berjuang dapetin cinta dia, eh dia malah cinta sama yang lain."

"Dia lebih milih tukang cilok daripada kamu ? Kamu itu, ih.. Udah deh ah." Kata gue meracau, gak nyambung.

"Dia bukan cinta sama tukang cilok. Ih bercanda ajah kamu. Tapi sama temen deket aku."

"Nyesek. Temen kamu tukang cilok." Kata gue bercanda. Gue jadi inget tukang cilok yang ikut balap liar make gerobaknya.

"Iya nyesek, IH APAAN SIH! TEMEN AKU BUKAN TUKANG CILOK." Seru Ayana sambil menggoyang-goyangkan bahu gue.

"Kalau tukang ciloknya aku ? Gimana ?" Tanya gue memancing reaksi dia.

"Gimana ya ? Hmm. Boleh kok. Tapi kamu mau jadi tukang cilok ?" Tanya Ayana. Pertanyaan yang cerdas. Gue pun tau cara menjawabnya gimana.

"Engga ah. Mending aku jadi orang yang selalu ngejagain kamu ajah." Kata gue gombal. Kayaknya gombalan gue gagal. Soalnya dia jadi diem menatap gue dalam.

"Janji ya suatu hari nanti kamu bakal jagain aku hehe." Kata Ayana sambil tersenyum. "Eh udah jam 9 nih. Aku pulang dulu ya."

"Yaudah hati-hati cantik." Kata gue. Selama hidup gue, gue gak pernah ngomong kaya gitu sama cewek yang bukan siapa-siapa gue, hanya sekedar teman biasa.

Ternyata Ayana belum pernah pacaran. Gue punya kesamaan sama dia sekarang. Gue jadi pengen lebih deket lagi sama dia. Gue pun lanjut nonton TV. Sekarang ada berita yang memberitakan bahwa 9 artis porno Jepang mengadakan acara amal dengan cara setiap orang yang ingin meremas payudaranya harus membayar sekitar 120 ribu rupiah.

"Bangsat, berita macam apa ini." Kata gue sambil ngebenerin posisi celana.

Ruly pun pulang, seperti biasa, dengan membawa bungkus makanan. Kali ini dia hanya membawa satu, tapi dengan porsi yang besar.

"Makin buncit ajah tuh perut!" Teriak gue ke Ruly.

"Kampret dy, lagian ini enak banget. Eh tadi Ayana kesini ya ? Tadi gue ketemu dia lagi dijemput sama cowoknya mungkin." Kata Ruly.

"Hah anjeng ? Yang bener ?!" Gue kaget. Ternyata Ayana udah punya pacar.

"Yes! ternyata bener. Lu suka sama dia. Haha, cemburuan banget sama dia!" Kata Ruly sambil memasang tampang licik.

Gue diam, langsung melangkahkan kaki gue menuju dapur dan mengambil pisau, lalu datang menghampiri Ruly.

"Bangsat kau rul!" Kata gue sambil menusuk leher Ruly memakai pisau tersebut. Ruly mati seketika. Gue langsung lempar jasadnya dari balkon. Ternyata itu hanya halusinasi gue.

"Kampret rul! Gue emang suka sama dia. Tapi lu jangan umbar lah. Mau gue tempel di mading foto lu pas telanjang ?" Ancam gue.

"Eh, jangan dy. Jangan. Cukup sudah saat SMA gue digituin sama lu! Malu gue anjing! Kita impas! Impas!" Seru Ruly. Gue hanya tertawa.

=========

Seminggu kemudian....

Gue lagi celingak-celinguk di kantin pada saat udah selesai kelas.  Tiba-tiba ada yang memanggil gue.

"Valdy!" Kata Yuvi, temennya Ayana yang super imut.

"Ada apa Yuv ? Ayana mana ?" Tanya gue ke Yuvi.

"Ih kok samaan sih sama Ayana. Jodoh emang gak kemana-mana ya." Seru Yuvi.

"Maksud kamu ? Kalau ngomong yang bener dong." Kata gue.

"Tadi Ayana nanyain kamu dimana. Sekarang kamu balik nanyain dia. Hehe." Jelas Yuvi. Gue hanya tersenyum dan langsung membaca buku sejarah Jepang, gue lagi demen-demennya baca tentang Shogun Jepang terdahulu, terutama cerita Hideyoshi Toyotomi yang dari seorang anak petani menjadi pemimpin Jepang. Epic.

"Eh ada disini." Kata Ayana yang tiba-tiba datang tak diundang.

"Yaudah deh, aku pulang dulu ya." Kata Yuvi yang pulang tak dijemput.

Gue masih terus baca buku, sementara Ayana terdiam sambil liat kiri-kanan sambil mainin handphonenya. Merasa kasihan gak diperhatiin, gue pun menutup buku dan ngobrol sama dia.

"Eh Ayana." Kata gue sambil merangkul dia. "Kamu liat deh cowok itu. Itu yang lagi makan. Belepotan tau gak."

"Eh iya ya. iya. Ih kaya anak kecil ya."

"Ah kamu juga anak kecil." Kata gue kalem.

"Yang bener ? aku masih anak kecil ?" Kata Ayana sambil menatap gue dalam-dalam.

"Iya!" Seru Gue. Gue langsung mencium pipinya dan lari. Dikejauhan, gue ngeliat dia senyum-senyum sendiri.

Gue mikir segila itu kah reflek gue kalau deket banget sama Ayana dan dia cuma senyum-senyum ajah. Malamya gue langsung ngajak jalan Ayana, gue udah lama banget gak keluar apartemen di malam hari. Ya gue bakal ngajak jalan teman terbaik gue disini. Gue akhirnya menganggap dia teman dengan label terbaik. Teman terbaik.

Gue sama dia janjian di halte bus deket apartemen gue. Ayana terlihat sama saja saat itu, selalu cantik dan disaat itu gue baru sadar, gue gak tau mau kemana sekarang.

"Eh, mau kemana nih ?" Tanya gue ke dia.

"Ke hati kamu ajah." Ayana ngegombal. "Eh engga-engga ke Namba Parks ajah ya."

"Yaudah yok!" Kata gue.

Di Namba Parks, kita berdua cuman jalan-jalan sama makan seafood. Gue dipaksa Ayana memakan ikan salmon mentah dan gue pun nyaris mual, Ayana tertawa dan gue gondok, tapi ngelihat dia ketawa, gue gak jadi mual.

Rumah Ayana gak jauh dari halte bis dekat Osaka Castle, gue pun berniat nganterin dia sampai depan pintu rumah.

"Eh Valdy, mau masuk dulu gak ?" Ajak Ayana. Gue menolak, tapi dia tetep maksa. "Ih aku gak ada temennya, yang lain pada keluar."

"Oh yaudah." Kata gue sambil tersenyum, padahal malam ini ada jadwal BPL. Tapi demi Ayana, gue memutuskan untuk melewatkannya. Gue duduk di ruang tamu sambil memasangkan headset ke kuping gue, denger lagu-lagu jazz.

"Eh Valdy, kamu belum cerita kenapa kamu sering ditikung, aku penasaran." Seru Ayana. Gue gondok, kenapa dia berani banget nanya yang beginian padahal gue udah lupa sama sekali.

"Oke gini....." Gue mulai bercerita dari mantan gebetan gue yang cantik sampai yang absurd, tapi tetep, gue ditikung sama orang yang jauh lebih pantas sama dia.Terus bercerita sampai headset gue sudah memutar lagu yang ketiga, gue lupa judul lagunya apa.

"Ya percuma, akhirnya ditikung juga sama temen aku......" Ayana tiba-tiba menyenderkan kepalanya di bahu gue, ternyata dia tertidur.

Yaelah, Tidur lagi. Belum klimaks padahal ceritanya. Kata gue dalam hati. Gue pun langsung meng-SMS Yuvi.

"Eh Ayana, bangun dong bangun, udah malem aku mau pulang." Gue mencoba membangunkan Ayana.

"Ma... masih ngantuk!" Kata Ayana setengah sadar dan tertidur lagi. Gue pun pasrah dan menunggu sampai Yuvi pulang.

=======

Gue di apartemen selalu memikirkan itu....... Tanpa henti.

Gue sejauh ini belum tau apakah Ayana menganggap gue ini temannya atau lebih dari sekedar teman. Entahlah. Gue udah merasa nyaman kalau di dekat dia, tapi sebaliknya, gue gak tau dia nyaman atau tidak kalau disamping gue. Terus memikirkan ini sampai Ruly bisa manjat menara Eiffel pake tangan kosong juga gak bakalan selesai. Akhirnya gue bakal ngungkapin perasaan gue yang sebenarnya ke Ayana, gak peduli apakah dia nerima atau nolak. Yang terpenting gue sudah tau apakah dia nyaman disamping gue atau tidak.

"Hey jangan ngelamun mulu." Kata Dimas yang lagi main di apartemen gue. "Lu kenapa ?"

"Gue suka sama Ayana."

"Lah terus ? coba nembak dia ajah."

"Gak semudah apa yang lu bilang dim, gue gak tau harus ngapain." Kata gue sambil merengut.

"Kalau udah nyaman sebagai teman, ngapain harus pacaran, Dy?" Tiba-tiba Ruly mengatakan sesuatu yang benar-benar membuat otak gue terasa mau meledak.

"Tapi, gue cuman pengen tau apa Ayana emang udah bener-bener nyaman sama gue atau enggak." Gue bingung.

"Lah kalau dilihat sih dia emang udah nyaman sama lu, Dy." Dimas kali ini membuat gue tambah bingung.

"Gue bakal nembak dia, gak tau apapun jawabannya." Kata gue dengan nada yang tinggi.

Kalau udah nyaman sebagai teman, ngapain harus pacaran. Kata-kata ini bisa membuat gue bingung lagi, tapi gue kan belum tau apakah emang bener Ayana udah nyaman sama gue atau engga. Gue hanya ingin mengetahuinya.

====

Udah 3 bulan gue belum tau apapun tentang perasaan Ayana ke gue. Ayana cuma sekedar menyapa saja saat gue sama dia bertemu. Gue tetep berpikir positif, mungkin Ayana lagi banyak tugas, tapi sebagian pikiran gue negatif, apa mungkin dia selalu menghindar apabila ketemu sama gue. Apa dia udah bosen sama gue ? Entahlah. Selama ini, Ayana selalu menghindar kalau ketemu sama gue.

Gue lagi duduk-duduk sendiri di kantin, sambil membaca Manga yang gue pinjam dari Ruly. Lagi asyik baca tiba-tiba Handphone gue bergetar. Ada SMS. Dari Ayana.

"Besok sore aku tunggu kamu di lapangan basket ya, aku mau ngobrol sama kamu. Jangan lupa ya."

Gue gak ngebales pesan itu, tapi dalam hati gue mengiyakan.

Malamnya, gue langsung nunjukin SMS itu ke Ruly.

"Ah! Dia mau ngungkapin perasaannya mungkin ke lu." Kata Ruly.

"Iya mungkin, tapi akhir-akhir ini dia nyukein gue mulu."

"Jangan gitu! mungkin itu cara dia buat ngasih tau lu kalau dia emang suka sama lu. Percayalah, cewek kalau suka ke cowok pasti selalu malu kalau lagi ketemu."

"Ah aneh! Okelah gue percaya sama lu, Ruly!" Gue langsung mencoba tidur, tapi Ayana kembali membuat gue gak bisa tidur. Ayana, betapa kamu telah membingungkanku selama ini. Selama aku disini, di Jepang.

Besoknya, gue langsung ke Lap. Basket. Ternyata pada saat itu lapangannya sepi, dan gue udah ngelihat Ayana lagi nungguin gue di Tribune.

Gue langsung duduk disebelahnya tanpa menyapa dia terlebih dahuu.

"Kamu tau gak aku ngajakin kamu ngobrol disini ?" Ayana memulai percakapan, dengan tatapan lurus tanpa menoleh sedikitpun ke gue.

"Gak tau, gak biasa kamu kaya gini, biasanya kita kalau mau ngobrol gak pake acara harus ke Lap. Basket segala." Gue berbicara dengan nada agak tinggi.

"Kamu marah ya sama aku ?" Tanya Ayana kali ini menatap gue. Mungkin nada suara gue yang tinggi tadi udah ngebuat Ayana bertanya seperti ini.

"Engga, aku gak marah. Aku cuman bingung."

"Bingung kenapa ?" Tanya Ayana.

"Aku bingung ajah......" Gue mencoba mengumpulkan kata-kata yang pas. "Aku bingung, Bingung. Kenapa kamu akhir-akhir ini nge-cuekin aku ? Kamu udah punya teman baru yang udah ngegantiin aku jadi kamu ngelupain aku ?"

"Bukan gitu Tapi----"

"Kamu selama ini nganggap aku ini siapa ?" Tanya gue dengan nada yang lebih tinggi, tapi tidak dengan nada kasar.

"Aku ngaggap kamu temen aku...." Ayana berhenti sebentar. "Temen baik yang udah nemenin aku selama ini. Bahkan aku udah menganggap kamu sebegai Teman hidup."

Gue terdiam. Apanya teman hidup ? kalau Ayana selalu nyuekin gue. Gumam gue dalam hati.

"Aku selama ini nyuekin kamu bukan karena aku udah punya teman baru (yang ngegantiin kamu). Tapi aku takut kalau sebenarnya kamu itu gak nyaman disamping aku, aku selalu bertanya-tanya apakah kamu nyaman kalau sama aku ? Aku jujur malu ngomong ini sama kamu, tapi aku baru berani sekarang ngomong ini." Kata Ayana sambil mengusap air matanya yang mengalir dengan deras.

"Aku juga suka bertanya-tanya sama seperti kamu. Aku sering bertanya-tanya juga apakah kamu nyaman disamping aku, atau sebaliknya aku berpikir kalau kamu terpaksa buat nemenin aku, dan akhirnya setelah kamu nyuekin aku terus, aku berpikir kalau kamu udah gak nyaman disamping aku. Aku selalu mikirin kamu, jujur." Gue pun tertunduk lesu, sementara air matanya masih mengalir.

"Jadi kamu merasa nyaman gak kalau ada disamping aku ? Aku hanya ingin tau itu kok." Kata gue sambil mengusap air matanya.

"Kalau aku gak merasa nyaman sama kamu, mana mungkin aku bakal ngomong kaya gini sama kamu. Kamu tau gak ? Aku-----"

"Sayang sama kamu." Gue memotong pembicaraannya.

"Kalau kamu tau aku sayang sama kamu gimana ?" Tanya dia.

"Mungkin aku bakal sayang juga sama kamu." Kata gue sambil mengusap sekali lagi air matanya yang jatuh.

Gue udah tau ternyata Ayana selama ini nyuekin gue karena satu hal, dia pengen tau apakah gue nyaman atau engga sama dia. Sama seperti gue yang juga terus menanyakan hal-hal yang sama.

"Ruly pernah bilang sama aku, Kalau udah nyaman sebagai teman, ngapain harus pacaran. Tapi aku tau kamu lebih dari seorang teman bagi aku."

"Kalau kata Ruly kaya gitu, kalau kata aku sih Kalau udah punya perasaan yang sama, kenapa harus menunggu lama ? aku gak mau lagi ada orang yang ngebuat aku kecewa cuman gara-gara aku mencintainya." Ujar dia.

"Aku mau ngebuat kamu berhenti kecewa." Kata gue sambil tersenyum menatapnya.

Ayana memeluk gue erat, gue balas pelukannya.

"Jadi kita pacaran ?" Tanya Ayana sambil memeluk gue erat,

"Engga." Kata gue, Ayana terdiam seketika, melepaskan pelukannya. "Tapi aku bakal jadi teman hidup kamu seperti kamu menganggap aku sebagai teman hidup kamu."

Ayana kembali memeluk gue dengan erat.

"Aku janji bakal jadi orang terakhir yang membuat kamu kecewa, Ayana." Kata gue.

"Valdy, aku sayang sama kamu." Ayana menatap gue dalam, gue tersenyum. We kissed.

Akhirnya gue tau perkataan yang pas untuk membalas Kalau udah nyaman sebagai teman, ngapain harus pacaran seperti yang Ruly bilang.

Kalau udah punya perasaan yang sama, kenapa harus menunggu lama ?



Sumber : http://comedysalahjurusan.blogspot.com/2014/11/standupwrongway-fanfict-jkt48-friend.html

Cafe Danau

"DOK! AMBIL JANTUNG SAYA DOK! AMBIL JANTUNG SAYA!"Teriakku.

2 bulan sebelumnya.

Namaku Rifki,mahasiswa biasa yang sering pulang-pergi kampus. Aku
terkenal dingin & tak banyak bicara. Jika ada yang ingin
dibicarakan,hanya seperlunya. Jangankan teman cewek,teman cowok pun
aku malas bergaul.

Waktu itu di Cafe sekitar kampus, masih memainkan laptop, mengerjakan
tugas-tugas kampus dan ditemani secangkir espresso.

"maaf,saya boleh duduk disini mas. Soalnya yang lain penuh" kata
seorang cewek. Kenapa seorang cewek? Karena dari nadanya sudah
menandakan.

Tanpa memperhatikan rupa cewek tersebut & tetap fokus ke laptop,aku
pun mempersilahkan dia untuk duduk.

"silahkan mbak,toh meja & kursinya milik Cafe. Bukan milik saya"
ketusku dengan nada jutek.

Cewek itu pun duduk. Aku terus tak memperhatikan dia.

"mas, anak hukum ya? Dari laptop mas ada tulisan Fakultas Hukum" kata dia lagi.

"iya." balasku datar.

Ketika mendengar balasanku yang datar,dia berhenti membuka percakapan.
Namun rasa penasaranku yang malahan muncul. Aku mencoba melirik dari
balik kacamataku ini. Ternyata dia cantik. Juga berjas putih. Aku
mulai menebak sembarangan,pasti dia anak fakultas kedokteran. Ternyata
mataku ditangkap olehnya, dia tersenyum & akupun tersenyum membalas.

Pada saat itu rasa fokus pada tugasku pun membuyar. Dengan gelas
kopinya dia minum perlahan,seteguk demi seteguk.

"mas,sering kesini ya?" kata dia lagi.

"iya,karna disini tempat yang paling nyaman. Disudut trus sampingnya
danau kampus. Jadi tenang suasananya" kataku membalas sambil mencoba
membangun konversasi percakapan.

Dia menjulurkan tangannya,tanda ingin bersalaman. Mungkin ingin
memperkenalkan diri.










"Aku, Stella. Salam kenal." kata dia halus.






 
Dengan membalas jabatan tangannya aku pun menjawab.

"Rifki,salam kenal." kataku berbalas.

"angkatan berapa?"kata Stella padaku.

"2011,kamu?" kataku.
"sama. :)"kata Stella.

Ketika dia mau menanyakan sesuatu,tiba-tiba dia memperhatikan
Handphonenya. Ada yang menelepon.

"iya,aku masih di tempat biasa. Ntar kamu kesini saja ya"kata Stella
dibalik Telponnya.

Aku masih memandanginya. Cara menelponnya,tutur katanya begitu
berbeda. Tidak seperti cewek lainnya. Begitu sopan. Belum lagi poni
yang menutup kepalanya dan dilapisi kupluk coklat itu.

"hei.. Kok melamun,lihatin aku lagi? Ada yang salah dari penampilanku
ya?" kata Stella tersenyum sambil melambaikan tangan ke wajahku.

Spontan ku tersadar,aku menatapnya terlalu dalam.

"eh tidak..tidak" balasku. Sepertinya mulai gugup & salah tingkah.

"gak apa-apa kali. Eh kebetulan kita seangkatan. Trus rencana BEM FK &
FH mau bikin event diskusi,aku boleh minta Contact kamu gak?"kata
Stella sambil tersenyum.

Jujur aku mulai gugup menghadapinya.

"bo.. Boleh" kataku.

Stella pun mencatat nomor telpon ku. Begitu juga sebaliknya denganku.

"STELLA ~" kata cewek satunya lagi datang menghampiri.

"Naomi,sini!"kata Stella.

Naomi menghampiri kami berdua. Naomi melirikku.

"Stel,gebetan baru ya?"kata Naomi.

Seketika pengen semburin espresso dalam mulutku ini.

"bukan,omi. Kenalin ini Rifki. Aku juga baru kenalan gara-gara full
meja lain. Anak hukum. Lumayan kan buat event FK&FH diskusi." kata
Stella menjelaskan ke Naomi.

Naomi tertawa kecil.

"oh,kukira hahahaha. Maaf ya. Aku Naomi"kata Naomi.

"Rifki~"balasku.

Stella merapikan tasnya,sepertinya dia mau meninggalkan Cafe ini.

"Rif,aku sama Naomi duluan ya. Ada tugas difakultas. Sampai ketemu 3
hari lagi ya. Di event. Awas gak datang. Bye~"kata Stella. Dia pun
berjalan bersama Naomi.

Aku pun tersenyum kecil,sambil berfikir. Kok bisa berasa kenal lama & nyaman.

"awas kalo gak datang ~ " isi pesan inbox Stella. Ternyata baru jalan
sebentar dia sudah mengontakku.

3 hari sesudahnya.

"jadi seperti yang dikatakan saudara pembawa materi,dalam
Undang-Undang kesehatan.." kataku dengan lantang.

"Intrupsi!"kata Stella dengan Lantang dan mengancungkan tangan.

Suasana diskusi itu mulai panas, dan lawan diskusi ku adalah Stella.
Dia memaparkan argumennya dengan sangat bagus.

"maksud saya maaf saudari Stella Cornelia Winarto. Bagaimana dalam UU
Kesehatan pada pasal 45, seorang dokter tidak boleh menolak pasien
yang datang jika dia masih sanggup untuk memberikan pertolongan. Dalam
KUHP juga masuk dalam Pasal Pembiaran."kataku berdebat dengan Stella
di event itu.

"tapi maaf, saudara Muhammad Rifki Pawelloy yang terhormat. Ini kasus
EMBOLI. Kasus yang langka dalam dunia medis. Bahkan Dokter hebat
sekalipun takkan mampu melewatinya. Datang tiba-tiba tanpa
diprediksi,kalau gagal maka keluarga pasien akan menuntut" Kata Stella
membalas debatku.

Aku pun memutar otak membalas Stella. Kutemukan jawabannya.

"bagaimana dengan Prosedur Kedokteran? Bukannya sebelum melakukan
Operasi dilakukan,dibuat kontrak medis. Jika itu terjadi maka sudah
masuk ke ranah Perdata. Trus kenapa harus menolak. Anda ini bakal
calon Dokter! Ingat Dokter mempunyai kode etik!" kataku balas. Mencoba
meng-skakmatkan Stella di diskusi itu.

Stella terdiam. Lama untuk menjawab. Dia memilih duduk. Dan sepertinya
dengan gampang aku memenangkan perdebatan ini.

Sejam kemudian,Acara itu pun selesai. Stella menghampiriku.

"kamu keren Rif,haha aku kalah berdebat. Ngeri deh kalo masalah debat
sama anak hukum,eh ke Cafe danau yuk. Aku traktir deh karna kalah"
kata Stella menarik tanganku tanda mengajak.

Aku cuman mengangguk dan turut aja. Sepertinya tubuhku yang mengontrol
sendiri kemauannya.

Stella menatapku tersenyum,begitu juga denganku.

2 bulan kemudian.

"Happy 1Months Sayang, semoga kamu makin romantis,makin unyu2,makin
nyebelin,ini aku yang bikin loh." kata Stella sambil menyodorkan Kue
Tart.

Sudah Sebulan aku menjalin kasih Asmara dengannya. Kutemukan
kesempurnaan cinta padanya. Dia menggandengku disudut cafe itu. Dan
bersandar dibahuku. Aku pun hanya tersenyum dan mencium keningnya.

"kamu ingat gak,pertama kita bertemu ditempat ini. Dimana semua tempat
full. Kamu ingat gak waktu debat kita 2 bulan yang lalu.?"kata Stella
lagi.

"aku ingat kok,aku takkan lupakan hal itu. Takkan pernah. Dan takkan
bisa"balasku. Sambil membelai rambutnya. Sepertinya Stella tertidur di
bahuku.

Aku biarkan sebentar. Tapi agak lama tangan Stella mendingin. Kutatap
wajah Stella dengan panik.

"Stella..Stella.. Bangun Stell"kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuh Stella.

"Stella.. Bangun. TOLOONG SIAPA SAJA TOLOONG"Kataku Berteriak. Banyak
orang datang dan aku membopong tubuh stella ke Rumah sakit terdekat.

*di RS.*

"nak Rif,Stella mana?"kata mamanya Stella.
"didalam Tante."kataku.

Mamanya Stella memasuki Ruangan ICU. Dan papanya berdiri disampingku.

"nak Rif tidak tahu ya,masalah Stella?"kata Om Winarto,papanya Stella.

"Stella,punya masalah apa om?"kataku balas.

"Stella punya gangguan jantung dari kecil. Dan belum ada
pendonor."kata om Winarto.

Aku pun seperti tersambar petir. Aku merungkuk ke lantai. Mulai
berlinang air mata. Om Winarto menyusul Istrinya ketempat Stella & aku
masih menangis, perlahan aku menuju tempat Dokter.

"TOLONG DOK. AMBIL SAJA JANTUNGKU DOK,AMBIL SAJA. KUMOHON DOK,AMBIL
JANTUNGKU."kataku keras ke dokter.

"maaf,dek Rifki. Kami tidak bisa mengambil Jantung orang yang masih
sehat. Kecuali dia hampir mati secara medis dan siap mendonorkan."kata
dokter kediriku. Aku tambah terpuruk ke tempat Stella.

Kutatapi wajah Stella yang tertidur,aku menggenggam tangannya. Stella
dalam keadan sadar,diam tersenyum.

"jangan nangis sayang,aku gak apa-apa. Betulan kok. Nggak apa-apa.
Sini mendekat. Peluk aku kayak kemarin malam."kata Stella sambil
meminta tanganku.

Aku mendekat dan memeluknya,dia mencium keningku,pipinya terbasahi.

"Happy Anniv sekali lagi Rif, Aku Sayang kamu~" kata Stella, tetapi
tiba-tiba alat medis disampingnya menunjukkan "0" tak ada denyut.

Aku memeluk Stella untuk yang terakhir,menangis. Begitu pula tante
Feny & Om Winarto yang menatapi kepergian Anaknya.

Sebulan kemudian.

Di danau Cafe itu ada acara Tribute to Stella. Aku berdiri diatas
panggung dan menyanyikan sebuah lagu yang sudah hampir berakhir.

"AKU MATIKAN,LAMPU DIKAMAR INI,KUINGIN DI PELUK OLEH.. Cahaya Darimu~"





Sumber : http://jktstation.blogspot.com/2013/12/fanfict-jkt48-cafe-danau.html#close

Happy Ending Itu Cuma Mitos

 RAAWR!!
kabar gembira untuk kita semua, kulit koreng kini ada ekstraknya..
hahahapaan sih ? v.v



akhir-akhir ini lagi musim kulit manggis, gak tau sapa yang panen buah manggistapi yang pasti kulit nya berserakan di TL Twitter, BBM, KakaoTalk, Path , fb,Ampe ibu-ibu pos ronda pada ngomongin kulit manggis v.v
tapi lagi musim sih ya , dari pada engga sih..
yakali sekarang lagi musim kulit manggis terus taun depan giliran biji manggisXD .



anyway, dari tadi mikirin kulit manggis, gue gak sadar udah senyum-senyumsendiri haha XD

"heh, ry ?"
terdengar suara mama dari samping yang seketika langsungmemecahkan kulit manggis gue, eh lamunan gue tentang kulit manggis..
"hah? apa ma?"

saut gue gelagapan, karena gue yakin mama sadar kalo dari tadi gue senyum-senyumsendiri v.v
"sinetronnya kan lagi adegan sedih, ko kamu malah senyum-senyum sih?"mama menggeser posisnya menghadap gue.

"apaan sih ma? siapa yang nonton  sinetron, orang aku lagi nonton kuman di lantai lagi stand up comedy haha"kilah gue diiringi tawa krenyes yang bikin mama terlihat tambah bingung.

"ngaco kamu.."

balas mama, kembali memfokuskan pandangannya ke tiviyang berada sekitar 1,5 meter dari sofa yang gue sama mama dudukin.

"ma, sinetron apaan sih nih? ih mama ko nonton sinetron kayak gini, apaanjudulnya gak jelas masa Ganteng-Ganteng Seringgila ?" cerocos gue, sedikitgatal memprotes tontonan mama yang udah hampir 2 bulan gak pernah absenmenghiasi tivi gue.

dan gue emang sedikit heran, kenapa judul-judul sinetron di indonesia itulucu-lucu mulai dari

EMAK IJAH PENGEN KE KONOHA, TUKANG BUBUR NAIK GENJI,GANTENG-GANTENG SERIKAYA, KAU YANG BERASAL DARI BATANG, ampe ada judul sinetron namanya

CATATAN HATI SEORANG VAMPIR v.v terlalu ribet dan panjang gak kaya gueTK dulu judul sinetron itu simple kaya JINI OH JINI, JIN DAN JUN, TERSANJUNG,BIDADARI, GERHANA, TERSAYANG, ANGLING DARMA, SHARMILA XD tuh kan simple gampangdi inget dan teringat sampe sekarang v.v
dan yang gak kalah lucu lagi ya judul FTV,
semisal KEPENTOK CINTA DI JAMBAN BABEH, CINTA KAN MEMBAWA MU NAIK ANGKOT,BIDADARI TURUN DARI KEBO, 30 HARI MENGEJAR CINTA ANAK PAK RT, BABU KU CINTAPERTAMA KU, JATUH CINTA PADA TAURAN PERTAMA yakan aneh v.v



"tuh kan mulai lagi senyum-senyum sendiri"

suara mama kembalimengganggu di sertai sentuhan kemoceng di muka gue.

"apaan sih ma, emangnya ury pajangan, dikemocengin!" protes guemenyingkirkan kemoceng berbulu itu dari muka gue yang tamvan ini.

"mamangeri sama kamu ry, kurang-kurang in deh nge jomblo nya kalo sampe kamu gila,entar apa kata tetangga" omongan mama mulai ngelantur bebas v.v
"bully aja aku mah! bully!! da si ury mah apa atuh cuma jomblo, sama mamasendiri juga di aniaya" gue memeluk bantal kemudian meneteskan beberapabutir air, dan kemudian air mata itu berubah menjadi air Pure it dengan 4xpenyaringan telah teruji di ITB dan Gang Dolly . R A L A T !!! jleb! apa cumamama gue yang ngatain anak nya sendiri? ngatain anak jomblo ? apa dia gak sadarkalo sebenernya gue emang jomblo :'{

"tuhkan ngelamun lagi, yaudah besok kita ke psikiter ya" l

anjut mamamelenggang dengan asumsi dan presepsinya sendiri.

"gausahke psikiater ma, mending ke theater aja! liat jekety!"

balas gue agakkesel, kesel banget sih, pengen rasa nya gue ekspor mama gue ini ke brazil!

"ahpercuma mereka cantik-cantik juga bukan pacar kamu" timbal mama, pedesbanget ma, tembus ampe hati.

"yaudahsih, gapapa gak punya pacar, yang penting, tau-tau entar mama dapet cucu dariury" balas gue jumawa, tapi pandangan mama masih fokus liatin vampirvampir an lebay ituh v.v

AUUUU

"cucu dari mana keluarnya? dari kucing?yang tiap hari kamu kelonin kan kucing ry, kapan kamu ngelonin cewek? gimanabisa mau bikin cucu"
JLEB!!!!


 "tau ah ma, BUNUH AJA URY SEKALIAN MA!BUNUH!!!" gue meraung pasrah, apa cuma gue yang telah disakiti hati danbatinnya oleh mama sendiri, sakit mah sakiit..
 gue juga pengen punya pacar kali, v.v ya belumwaktunya aja, yakali pas waktunya mah cewek-cewek juga pada berbondong-bondongdateng ke gue ...
(mau ngajak lu pacaran? )

bukan,
tapi, ngajak pindah agama. PUAS ? ? ? v.v .


daripada semakin gila gue di bully mama, mending gue melipir kewarung depan, yakalientar ketemu cucu yang punya warung lumayan benin kaya aqua gelas, gue beranjakdari sofa, tapi baru beberapa langkah "ghaury, mau kemana?" suaramama yang khas menahan gue di ambang pintu
"mauke warung, kenapa mau ngebully lagi?" tukas gue.
"nahkebetulan, mama nitip pembalut ya, yang Extra Dry" mama merogoh dompet nyadan berjalan kearah gue,
"mama,kebiasaan ah, aku kan cowok mah masa beli pembalut" gue mencoba menolak keinginan mama, yang secara terang-terang an merontokan harga diri gue sebagailaki.
 "ah, gausah banyak alesan, kalo orang tuanyuruh tuh nurut.. biar enteng jodoh!" balas mama while she giving me 2lembar uang gocengan.

"apa banget deh, aku gak jomblo ma, aku ga jomblo.. aku kan LDR an" balasgue memasukan 2 lembar gocapan mama ke saku celana belakang.


"yaterus pacar kamu dimana?" selidik mama, dengan nada sentimentil.


"DIMASA DEPAN!!"

gue melenggang dengan khidmat, keluar rumah ,
woyah kalo terus gini lama-lama gue pengen di adopsi nih..
 tapi apa yang mama bilang bener juga sih, masaudah 17 tahun gue masih jomblo, terakhir pacaran pas SMP v.v

yakali ni tanganudah penuh ama jaring laba-laba, gara-gara lama gak ada yang megang, nih hatikayaknya udah angker nih gara-gara lama gak ada yang ngisi v.v ternyata statusjomblo gue ini udah berakar ya, kronis bangeeett! tapi ko ga berasa ya, apakarena gue udah mati rasa?? apa segitu parahnya?? udah berapa abad gue jadiforever alone!!????
ok,tenang, gue jomblo bukan maho, sebenernya bukannya gue gak pernah berusaha buatdapetin pacar, tapi ini semua karena gue udah cape ngejar cewek! bukan karenague jelek ato kere, tapi emang karena gue apes kali, dari riwayat kisah cintague, semua gebetan yang gue kejar pas fail di tengah jalan ,

belum jadian udahlost contact, belum jadian udah berantem, gara-gara beda prinsip lah, perbedaanhobi, ato si ceweknya keburu pindah kota, seringnya siih , kena tikung temen gueyang PDKT dia yang jadian v.v kan tai ! nyeseknya #SampaiKeDasarHati ! terakhirgue PDKT sama cewek, gue nya yang kena PHP! dan dari semua kisah perjuangan gueyang menyedihkan itu gue cuma bisa ngelus dada *DadaNabilah .
 gue cukup ikhlas dan sabar dan akhirnya guenyerah, bukan nyerah suka sama cewek tapi nyerah buat ngejar cewek, next timemungkin gue coba peruntungan buat ngejar maling..

dan ternyata kehadiran JKT48 adalahmedia pengalih perhatian di hidup gue yang suram ini, gak apa-apa tiap hari delusiyang penting JKT48 bisa bikin gue lupa kalo gue lagi jomblo..

kata siapa jomblo itu kurang perhatian, minimal tiap hari gue di ingetin makan,tidur, minum, mandi sholat ke gereja sama member di twitter. dan mulai dari 2taun belakangan ini gue mulai fokus ngidol gak peduli orang bilang guejones,jonist, jombi, kalo udah jodoh tar juga ketemu , have fun aja, cewekmasih banyak..

kata Tuhan jodoh gue lagi OTW bruakakak . gak terasa gue udahnyampe di warung ko ahong, sebenernya bukan warung sih tapi sejenis tokoklontok gitu, didepan toko di penuhi peti-peti minuman botol, dan rak-rak snackyang berjejer kurang ter atur
guesampe harus berdesakan dengan kardus-kardus ale-ale cuma buat melangkah kedalam toko, buset ko ahong, kaga ada niat ngegede in toko apa? dagangannya udahbejubel juga , sesampainya di dalem toko keadaan gak kalah sempit, meja kasiryang tak terlihat karena di penuhi dagangan sejenis permen dan sosis yangbertumpuk di tambah kanan kiri lantai juga geletak dagangan juga, astagaaahhh "maucari apa ka?" sebuah suara lembut mengagetkan gue , gue menolehkesekeliling tapi ngaaa ada orang, hii ko jadi serem sih

AUUUUUU

 "ka ury ? ?"
dan lagi, tapi guekenal sih itu suara siapa, tapi masalahnya gue bingung orang nya mana? gakberapa lama, dari balik meja kasir yang ditumpuki permen setinggi kepala gueitu muncul meila, cucu nya ko ahong yang biasa jagain toko kalo ko ahong lagimakan siang ato lagi ada urusan. "eh, hehe ini mei cari pembalut"saut gue, dengan nada aga malu banget, seketika mei menyeritkan dahinyakemudian terkekeh kecil

 "hhaha buat apaan ka?? lagi dapet?"

tebak mei,
kemudianberjalan masuk ke balik meja kasir "bentar ya aku naro kalkulatordulu" tukas mei, kemudian gak berapa lama cewek chenese ini kembali denganrambut yang ikat asal-asal an pake pensil.

"engga,ini buat aku jadiin masker, abis idung aku mimisan tiap ketemu kamuh"eeeaaaa refleks deh, keceplosan ngegombal.

 "hah? apa banget deh, masih musim maengombal?"
wajah mei terlihat sedikit malu, kemudian mei berjalan semakinmasuk kedalam toko,
gue mengikuti dari belakang melewati roti-roti yangberserakan di lantai, toko ko ahong emang cukup luas dan gue gak tau dimanaletak pembalutnya, gak berapa lama mei berhenti di rak paling ujung , yangberada di pojok disana berjejer rencengan pembalut dari berbagai merk, dankemasan, mulai dari charm,laulier kotex , protex,softex, avitex, galtex, dll.

"yangmerk apa ka? yang renceng ato yang ukuran gede?" mei menanyakan tipepembalut yang gue maksud,

"charmextra dry!"

tukas gue dengan sigap.

"udah apal ya? haha"
sambung mei , gue cuma bisa pasang muka pasrah karenadisinilah titik harga diri gue di guncang v.v

 "disuruh mama mei, hehe" balas gue,dengan cepat mei mencari type pembalut tersebut, dan ternyata pembalutnya ada dirak atas..

"tinggiya? biar ka ury  aja yang ngambil"tawar gue,

"gausahka, ada tangga ko".

"entarkalo kamu jatoh gimana? terus tertimpa tangga pula terus tertimpa kardus sarmi,tertima botol marjan, terus gimana" omong gue.
"apaansih ngarep banget aku celaka , shebbell" cie mei bilang shebbell nya imutjuga , imut nya #SampaiKeDasarHati

ssstttsadar ghaury, ini adek kelas, jangan maen pedo deh..
"yaudahpegang dulu ni" meila menyerahkan sebuah bungkusan dan dengan cepatmenaiki tangga, gue melirik bungkusan yang dikasih meila di tangan gue

 "charm extra dry?" gumam gue, LOH!!

 "Heh mei, kamu ngapain naek, ini kamukasih ke aku charm nya" serga gue, sementara meila udah bertengger dipucuk tangga di depan rak Charm.

"ohiya lupa, kenapa aku naek ya" jawabnya, dengan polos bukan polos ini mah,kelewat bloon v.v .

"lagibingung ya mei" tanya gue heran.

"heheengga ka, aku emang suka pelupa" tukas mei. "ini mah oon kali mei,bukan pelupa" gue memegang kaki tangga saat kaki mei mulai meraba-raba batangtangga buat turun.

"ihka ury jahat.." .

 "aku gak jahat kali mei, akujomblo.." .

 "oh pantes dari tadi perasaan akumerinding, hati ka ury angker sih yah, udah lama gak ada yang nempatinhaha" mei tertawa hina, dan mendahului langkah gue ke meja kasir.

 "bisa aja lu bocah , emang kenapa kalokaka gak punya pacar? kamu macarin kaka?" eeeyaa masih usaha XD .

"OGAH!aku udah punya Bias" sesaat kemuadian sosok mei udah menghilang di balikkasir yang berbentung dinding dus permen itu.

"biasapaan mei" tanya gue lagi, sambil menunggu mei , gue mengambil beberapabatang permen coklat di etalase depan, ""

"biasitu sejenis oshi kalo di 48family ka" jelas mei "sekalian ini yamei" gue menyodorkan belanjaan permen gue lewat samping meja, dan gakberapa lama tangan mei langsung mengambil permen-permen gagang yang guesodorin. "yah sama aja dong jones, terus bias kamu siapa dah?"sambung gue.

 "oppa, G Dragon-deull, yaauwooh gantengbanget ka, suaranya bagus, terus dia itu sering dapet award gituuh " danbla bla bla udah males deh kalo cewe nge deskripsi in hal yang dia suka pastigak bakal kelar ampe lebaran

"yaudahmei belanjaan kaka mana?" gue memotong eforia mei tenteng basi nya itu, ehbias maksudnye..

"yaudahnih" mei menyerahkan kantong plastik berisi pembalut dan permen itu, lewatmeja kasir yang di tumpuki dus permen. sesaat kemudian gue udah keluar daritoko, gue merogoh plastik belanjaan mencari permen-permen coklat yang tadi guebeli, hari ini cukup panas , panas banget kaya datang ke resepsi mantan, dankenapa jarak dari toko ke rumah gue terasa jauuuhh..
sejauuh jarak antara akudan kamu #eeaaaa .
permen coklatnya manis ya bikin gembira gitu, janji-janjikamu juga manis tapi ujungnya bikin nyesek gitu #Eeaaaa .
woy!ah! ngaco lagi niih v.v , permennya sih ada banyak, pengen juga sih ngasih satupermen buat orang yang disayang, tapi sayang nya dia gak sayang sama aku v.vnyeseknya
#SampaiKeDasarHati

pagihari yang sejuk , udaranya itu kaya sikap kamu ke aku, iya DINGIN! bikinmenggigil #SampaiKeDasarHati #Ngeeaaa . inilah bandung, udah 2 tahun guetinggal disini kota yang adem dan bukan mitos kalo di bandung cewek-cewek nyacantik.. haha , noh testimonialnya, liat aja Melody JKT48 XD
awalawal sih gue badan gue shock karena disini dingin banget tapi lama kelamaan guemulai terbiasa karena hati gue nyata nya lebih dingin dari pada udara bandung,udah dingin kosong lag
i #SampaiKeDasarHati

 gue baru aja menamatkan SMA gue, dan sekarangmasih luntang lantung belum apply di univ mana pun, rasanya otak gue lelah 14tahun gue belajar dari TK ampe SMA bisa kali gue rehat bentar doang dingininotak v.v .

jarakyang jauh dari FX bikin gue pasrah jadi fans far apalagi gue bukan OFC jadi ketheater kalo lagi hoki aja dapet verif, kalo pun WL itu untung untung an, seengga gue masih bisa dapetin moment hensek biar pun jarang-jarang. oh iyarencananya hari ini gue maen ke balai katrini katanya sih ada event gitu,sekalian dateng ke acara gath fanbase. gue masih selimutan
dikamar gue yang masih temaram ini , rasanya mager tapi, aroma masakan mama daridapur memaksa gue buat bangun! semangat pagi ini SEMANGAAT!! #SampaiKeDasarHati.

guemelompat dari kasur mengambil ransel gue memeriksa barang bawaan yang bakal guebawa ke jakarta nanti, laptop ada, power bank ada, apalagi ya? anduk bajulengkap deh, tadinya mo sekalian mau bawa kompor , ama blender sekalian guebuka lapak prabotan XD .
 "ry, mau berangkat kapan kejakarta?!" suara mama terdengar samar dari dapur. "sekarang ma!"saut gue. setelah gue beres , abis mandi, dan udah mutlak Tamvan
#SampaiKeDasarHati
 gue melenggang keluar kamar menganakan T-Shirtmerah khas negara api, dan stelan jeans plus ransel #VvotaBanget

"bareng aja sama ayah ry" ayahmuncul dari ruang tengah dan langsung duduk di meja makan.

 "gausah yah, ury naik bis aja, lagian kanayah mau ke Tangerang" gue turut duduk dan langsung mengambil beberapapotong bala-bala haneut from the wajan.

"yaudahsekalian aja sama ayah apa susahnya mampir ke balai kartini " timbal mama.

"gakusah , ury bisa sendiri waktu di bekasi aja sering ngangkot ko ampe fx" .jelas gue .

 "yaudah gak apa-apa anak laki inima" tukas ayah,
 iyadeh ayah emang selalu bijak sini, sehabissarapan gue buru-buru cabut karena ngejar waktu, karena udah lelah ngejar kamu.acaranya mulai jam 1 , kalo gue berangkat dari bandung jam 8 pasti masih adawaktu wifi an di kafe depan gedung.
gueberjalan agak cepat, karena jarak dari rumah gue ke gerbang depan cukup jauh,bolak-balik bandung-jakarta buat ketemu idol emang agak weird , tapi #Asudahlah

namanya juga sayang oshi, tapi oshi nya gak Sayang aku.. v.v jiiaa ngenees#SampaiKeDasarHati

"kaUry!!"
kaya suara meila tuh, gue mengangkat ke dua sepatu gue, gak adaorang juga dibawah spatu, kebiasaan ni bocah suka ada suaranya doang tapi gak ada wujudnya, ni cewek kaya nya terbuat dari kentut deh .

"KA URY!!" suara mei semakin jelas dan sosoknya datang dari balik pagar rumahbercat merah yang terletak 5 rumah dari rumah gue. "iye apee??" sautgue, gue berbalik dan mendapati mei kini berada tepat di belakang gue."mau ke fx ya?" tanya mei kepo.

 "iye ko tau?"
.
"mau theateran ato gath ato event?" mei tambah kepo .

 "event mei" balas gue.

"eventteam j team k apa gen 3 ?" mei kepo lagi? mata sipitnya yang oriental,beberapa kali setengah membulat seperti mengejar jawaban gue.

 "campuraan" balas gue agak gemas.


 "ada kinal nya ga?" mei masih kepo"tar gue cek twitternya, dia ikutan apa kaga"
gue mencari hp guediantara kantong celana.

"ahkelamaan, pokoknya aku nitip ini buat kinal ya ka" mei menyerahkan secarapaksa sebuah benda persegi panjang yang di bungkus rapih pake keretas kadohello kitty warna pink ke tangan gue .
"apaan nih mei? kulitmanggis?"
tanya gue .

"bukan,itu pembalut! yelaah ngaco deh, ini itu DVD Tour konser nya 2NE1 FullVersion" jelas mei agak kesal dengan tingkah gue yang mulai bloon .

"yaelah kinal pasti udah punya kali mei.." tukas gue, sembarimembolak-balik bungkusan mini ini. "GAK PUNYA! soalnya DVD nya cuma dipasarin dikorea"


"pokoknyaDVD nya kudu nyampe ketangan kinal, inget nyampe tangan kinal DVD nya harusmasih utuh DVD 2NE1 jangan diganti jadi DVD JAIPONGAN ya haha" sambung meilagi.

 "cie sekarang ngidol nih" selidikgue, karena agak aneh sejak kapan mei kenal kinal.

"engga juga, share ajakan sesama K-Pop " jelas mei , iya sih si Gesrek kan emang anak k-pop gaksalah jurusan tuh anak k-pop nyasar ke JKT48 ? .

"tapi  bukannya kinal lagi suka exo " timbal gue,

"cie kaka ko tau banyak jangan-jangan diam-diam K-Pop yah" , lah tuh kan guekeceplosan tai v.v yaemang sih dikit-dikit gue apal k-pop kpop an gitu secarasemua gebetan gue anak k-pop ya kebetulan aja, sebenernya tiap nyari gebetangue pengen ama yang sama seleranya, semisal anak J-pop gitu, anak otaku,cosplayer, ato sesama FJKT tapi sekalinya dapet gebetan anak otaku, eh malahsaiko kan weird v.v jadi deh kapok.

kembali ke moncong permasalahan iya, guekeceplosan..
"engga, kaka tau dari twitter, yaudah ntar kaka kasih kekinal ada titipan lagi ga? " gue mencoba mengalihkan pembicaraan..

"mmmsebenernya ada sih yang pengen aku kasih, tapi belum dibungkus" .

"emang mau ngasih apaan?" "gelang limited edition dari korea" ,let me think, dari roman-romannya sih ni anak serius pengen ngasih, apa guetungguin aja ya.. "

yaudah mana kadonya bungkus dulu" tawar gue.

"beneran,kaka mau nungguin?" mei bersorak girang, melompat kecil kayak katakbelajar balet.

"iyeee"gue meyakinkan lagi.

"yaudahayo ikut aku dulu" seketika itu mei narik tangan gue masuk kedalamrumahnya dia, dan ornamen merah sangat kental disini, kayaknya rumahnya si meiini perlu di kasih soptek ni, merah semua kaya lagi dateng bulan, menarik guesemakin masuk ke dalam area rumahnya, menaiki tangga dan kita sampai di depanpintu kamar meila yang di penuhi ornamen cewe.. mei membuka pintu kamarnya danmenyeret gue masuk, seketika harum aroma therapi yang dibakar menyambar lobangidung gue. di kamar mei berserakan barang-barang cd buku dan pernak-pernikkorea korean yang baru aja nyampe dari paketan. "ini ka gelangnya"mei menunjukan sebuah gelang kramik berwarna softpink yang dipenuhi tulisanhangeul lucu. gue duduk dibibir bed , sedangkan mei langsung sibuk ngebungkusgelang tadi,

"ini semua dari korea mei?" tanya gue, dan mata gue stereo melirik kesetiapkamar mei yang di penuhi poster boyband "he,eum kaka aku yang ngirim
dari taegu"
jawabnya singkat karena perhatiannya terpokus pada kado buat kinalyang masih dalam proses.


"ummmmgitu ya, kamu gak mau ngimpor diri kamu ke korea?" tanya gue iseng..

"hmmm pengen lah, tapi kan aku masih sekolah, nih udah jadi ka, maaf ya lama"mei kemudian bangkit menghampiri gue dan ngasongin kotak kecil di bungkus samakeretas dengan motif yang sama dengan pembungkus DVD yang gue pengang,"jadi ini gift nya, gelang sama DVD pokoknya kudu nyampe ditangan kinal"pinta mei manja.

 "iyeee"

gue bangkit dari bedlangsung memasukan kedua gift itu kedalam ransel. "ka ury!" suara meikembali menahan saat gue udah sampe di ambang pintu kamar, gue menoleh

"ada apa lagi??"

saut gue .

 "hati-hati di jalan!"
mei tersenyum,gigi gingsulnya menukik tajam saat bibirnya tertarik, gue tersenyum tipiskemudian menghilangkan diri dari pandangan mei.
gueberangkat sekitar pukul jam 9, perjalan cukup jauh dan lumayan lama, yaudahpegunain waktu yang ada buat bobo cantik di bis. yakali pas gue bangun tidurlangsung ada Shania di samping gue,
*NgarepKudasai
belumsempat mata gue tertutup hape geter, dan sebuah pesan dari anak fanbase muncul

 "ry, event bukan jam 1 tapi jam 9:30,sorry gue salah info!"

dan..
DUAR!!! seketika itu bisul gue serasa pecah!kaya disambar petir disundel bolong eh di siang bolong, ma ma ma ksudnya?
jam9.30 atuh si tai! ini jam 9 gue baru brangkat!! atuh gue ketinggalan, ini guebaru masuk tol NAHA AI SIA !? masa ia supirnya gue suruh ngebut, iya sih ntar sihntar gue cepet sampe, sampe ke liang kubur! akhirnya setelah gue memutar otak,gue putusin buat tetep datang , eventnya cuma berlangsung dua jam, udah jelasgue pasti ketinggalan, yaudah minimal gue nyampe in dari si mei buat kinal. woyah! kalo kaya gini boro-boro pengen tidur yang ada gue pengen lompat dari bisterus naek awan kinton menuju ke balai kartini.. sekarang juga
*Tring!

sepanjangperjalan gue gusar gelisah
#SampaiKeDasarHati ,



gue sampe di jakarta pukul 12:28 ,
sesampainya di balai kartini suasana udah sepi, panggung kosong dan beberapafans negara api yang lusuh kucel berminyak, kebayang deh pasti tadi tempat inipadet banget, tuh kan aroma ketek vvota nya aja masih semerbak, jangan-janganketek vvota ada ekstraknya baunya konsisten nyet v.v . gue menerbangkanpandangan kesekiling tempat event, hufh kayaknya hopeless nih, membernya udahgak ada udah sepi, terus apa kabarnya sama gift meila? ? ? gue memutar baliklangkah gue dengan lesu , beberapa kali hape gue bergetar pesan-pesan dari anak-anakfanbase masuk,
SABODO TEUING ! ! !
yahseenggak nya gak penasaran, gapapa deh ketinggalan ntar bisa liat LR nya dikaskus.
rasanya kaki gue masih loncer bekas lari dari halte busway sampe sini,gue putusin buat duduk pasrah di tengah venue yang udah sepi, menyekat keringatsekitar jidat,

"terus giftnya mei gimana? besok kan theater tutup, lusa harus balik lagi kebandung.." gumam gue, berbicara dengan suara AC yang bergemuruh.

"elusih nal , bego sih ah.." .

"yamaap kali je, untung hp gue masih ada".

"yakira-kira aja dong kita udah nyampe blok M lu suruh puter balik".

 "aaah brisik lu je gue ekstrak jugalu" suara cekcok itu samar-samar terdengar dari arah belakang, mata gueberbinar bulat suara itu gue kenal banget! gue berbalik dan menoleh terlihatjeje dan kinal berjalan cepat dari belakang panggung.. BINGO!! kalo jodoh emanggak kemana boor!

 "kinal!!"
 serga gue, gak harus teriak karena jarak gueke jeje dan kinal cuma beberapa meter, seketika langkah kinal dan jeje terhentimereka sejenak saling liat, terus serempak ngeliat ke arah gue.

 "ada apa ya ?" saut kinal .

guemelangkah maju mendekati mereka, boor ini member tanpa JOT boor posisi pas buatnge woshrek
*Ehh *Plak!! back to the purpose !

"ehnal sorry ganggu, gue dari bandung..." .
omong gue

"siapa?" jeje nyela omongan gue .

 "gue" saut gue,

 "YANG NANYA!!!" timbal jeje ,
diakhiri dengan tawa kampret v.v tainaru, gue di troll idol,

 "woy je, ini mau ngomong dia" selakinal . gue cuma bisa menghela nafas ikhlas .
"jadi gini nal, gue daribandung, jam 9 terus pas gue nyampe ketinggalan eventnya " jelas gue, gueliat muka kinal menunjukan aura aneh

 "eh nal gue baru tau selain ada hanshakeevent, jkt48 juga nyediain curhat event ya?" cletuk jeje, dan tersadar kogue malah curhat?

iyako gue malah curhat ya ? .
"jadigini aja deh, ini gue ketitipan gift dari temen gue, dia anak k-pop, nitip giftini buat lu," gue menggeledah tas dan mengeluarkan dua buah gift mei yangudah jauh-jauh gue bawa dari bandung. hufh syukurlah bentuknya masih utuh, guelangsung memindahkan dua gift itu ketangan kinal

"terimayah!" sambung gue, kinal tersenyum mengangguk, sementara jeje masih asikngupil pake siku tangan.
"makasih ya" saut kinal memeluk kedua giftitu di dadanya.

 "itu isinya apaan?? gasing ya?"omong jeje kepo. addeuuh ini member atu oshi siapa sih, dari tadi nyamber mulukaya ayam beranak, kalo bukan idol udah dua lakban lu.

"apaanlu je, emangnya hadiah ciki zeky isinya gasing" balas kinal.

 "kalo di gue mah ciki jaguar nal, kadangisi nya jam tangan" sambung gue dengan pede nya, ko yah ? ? ko malahnostalgia ciki? kinal dan jeje terkekeh nista, weird anggota #Kamigesrek yangbiasanya cuma bisa gue pantengin ditwitter kini ke gesrek annya nyata di depanmata gueh, rasanya seperti mimpi sepanjang sejarah gue ngidol baru sekarang sedeket ini sama member, lebih dari 15 detik, lebih dari hensek tanpa ngeluarinduit 40rb gue ngobrol banyak, ini mah menang banyak! kapan lagi coba bisaginian ama member kalo bukan di fanfiction bruakakakak.
"oh yaudah , kalogitu kita duluan ya, gak udah di tungguin staff di luar" sela kinal ditengah lamunan gue yang melayang.

"ati-atipulang ke bandungnya ya.." sambung jeje, kemudian dua member aset gesrekJOT itu pun berlalu dari hadapan gue, gue memandang lekat, mereka semakinmenjauh dan menghilang. akhirnya tugas gue tersampaikan..

 meskipun hari ini gue gak ketemu oshi gue tapise engga nya gue udah menuntaskan mandat dari mei!! saatnya pulaang. wait...
dariawal cerita ampe sini, ini kaga ada adegan cinta-cintaanya, tor? seriusan ni,gue poreper alone ni? masa kaga ada adegan nabrak cewek gitu , terus kitapandang-pandangan , jadian, nikah punya anak dua gitu? tor ? ? author?
(Author> berisik lu jalanin aja v.v).
 akhirnya gue pulang dari Balai Kartini dengankeadaan jomblo, dari bandung juga jomblo, ya gimana atuh, da aku mah apa atuh,yang keberadaannya seperti angin, kadang gue curiga jangan-jangan cewek-cewekdi dunia ini buta ampe gak liat keberadaan gue yang se tamvan ini di sekitarmereka, ape ? PROBLEM?? gue berangkat dari jakarta langsung dari lebak bulus,naik Prima Jasa jurusan bandung udah jam 2, kayaknya gue nyampe bandung sorenih..

saatmasuk ke dalam bus badan gue yang kering seharian langsung di terpa sejukAC-EXC gue memilih tempat duduk yang deket jendela biar kalo di tengah jalanujan bisa langsung play lagu galau terus entar berasa berada dalam sebuah videoklip gituh XD ,
gue gak mau ceroboh naro tas gue di bagasi atas , karena pernahdulu gue naro tas di bagasi, pas gue turun itu tas berubah jadi kardus sarimi.gue duduk memeluk tas, loh ko jones banget yah, bis AC an gini enaknya melukpacar, tapi gue malah meluk tas v.v
apa daya jomblo tak punya kuasa.

"drrtt...ddrrtt...ddrrttt"

hape gue geter, tertera pesan dari mama.
 mama : < ry, udah nyampe mana?. >
gue: < baru di bis ma>
mama: < kamu duduk ama siapa? > .
gue: < sendiri lah mah v.v >
mama: < dasar jomblo >

KAMPRET!!ini punya mama atu, ngajak emosi mulu ya, sabar ry sabar elu itu ada di duniakarena dilahirin beliau, bukan hasil lepehan gozilla v.v .

gakberapa lama naik seorang penumpang, dari pintu depan dia melirik ke sekitarkursi penumpang, bis lumayan penuh sih gak berapa lama cewek
itu berjalankearah kursi gue yang sebelahnya masih kosong hati ini, yah kursi kosong adayang ngedudukin, hati ini kosong siapa atuh yang nempatin, da aku mah apa atuh?
"permisi"
suaranya terdengar kurang jelas karena dia pake masker,saat dia excuse buat duduk disamping gue.

 "oh iya silahkan "

balas gue ramah,tak lupa membubuhkan senyum manis, semanis-manisnya yang gue punya. dialangsung duduk dan semerbak aroma parfum cewek yang langsung menyelinap kelobang hidung, menggantikan aroma coklat yang dari tadi nemenin gue sejak dariangkot. gak berapa lama supir bis mulai menghidupkan mesin, dan bis mulaimelaju keluar terminal, gue menerawang lepas keluar jendela, this our J-Town,kota dengan sejuta fatamorgana, gedung-gedung angkuh berdiri ditengah rimbunnyabelantara kota, manusia-manusia workaholic yang sibuk dengan surganya masing-masing,manusia-manusia terumpun dan tercampur saling bersentuh berdesak namunsesungguhnya dipisah sekat sosial dan ekonomi, jakarta yang angkuh denganseribu cahaya lampu-lampu kota, seperti menawarkan surga.

ehm.. maaf khilaf, ko malah puisi v.v

yaudalah yah..
 gue melirik dikit kearah cewek bermasker yangbaru beberapa detik lalu duduk di samping gue, rambutnya dikuncir rapihkebelakang, mengenakan jaket merah dan memeluk tas yang gak se gemuk tas gue,tapi sayang cuma keliatan mata ama idungnya doang separo, gue kembali mengotakatik gadget gue, iseng-iseng gue slide foto-foto MJKT yang bening-bening kayaaqua gelas, shot mereka pas lagi perform itu yang GREEGED! yang namanya gerakandance yah, kadang sepukunya terlalu bersemangat sampe..
#AsuDahlah
dan terjadil agi, tali surga yang tlah lepas kendali *Nyanyi.

kadangfoto-foto gini bikin adem sampe kedasar hati v.v kadang gue mikir ketek Memberko licin-licin ya, alus banget gak ada tikungannya, apa pas lahir tangannyapada keatas ya? apa pas hamil emaknya ngidam deodorant ya..?

"fansJKT48 ya ka?"

suara cewek menghancurkan teka teki gue tentang ketekmember, gue sedikit kaget ternyata suara itu berasal dari cewek yang duduk disamping gue

 "heem iya , ko tau?"
balas gue, agakkikuk, kamprenaru jangan-jangan dia liat pas gue slide foto salkus memberjangan-jangan dia berburuk rupa kalo gue adalah cowok mesum?!! padahalkan guecabul *Ehh

"oowh, itu tadi nge slide foto-fotonya,oshinya siapa ka" gue cuma liat lirikan matanya yang biasa-biasa aja,suaranya gak terlalu jelas karena tertutup masker

"shania!"
tukas guesumringah, dan gue berinisitif buat ngajak kenalan, kan lumayan, siapa taucewek ini beauty on the bis gue ?
yang dikirimkan Tuhan untuk menyelamatkanstatus jomblo gue yang udah karatan ini ..

terus entar abis kenalan gue bacokemaknya, terus gue bawa kerumah sakit, terus gue ketemu lagi ama dia, kitapandang-pandangan, jatuh cinta, nikah punya anak berlimpah!

"namanyasiapa?" agak gugup gue memberanikan diri mengarah tangan gue berharapdisambut dengan jabat tangan perkenalan, setelah dia melihat kearah gue,akhirnya tangan kita terpaut

SERRR!!

tangan gue akhirnya disentuh wanita, yes!udah gak berdebu lagi!

 "aku putri ka" .

"akughaury januari jessel" balas gue gamblang. kemudian tangan kita terlepasdi sambung dengan senyuman gue yang bisa bikin bidadari lupa diri (lebbai anjirv.v)

"lahir bulan januari ya?" tanya putri.

 "oh engga aku lahir bulan november,biasalah orang tua" j
elas gue.

"oohaga unik ya haha" kayaknya putri tertawa di balik maskernya, emang sihorang tua gue agak lawak kalo ngasih nama v.v gue lahir november napa namajanuari, gue curiga itu ada something moment , jangan-jangan di bulan januariitu adalah bulan pertama di kalender ?

"FJKTjuga?"
gue membuka pembicaraan, yang masih agak kaku, dia mengangguk"hmmm bisa jadi" balasnya singkat,


"oshinyasiapa?"
gue mulai modus eh mulai kepo .

 "kinal ka, aku sih suka nya kinal abisdia itu cantik lucu kawaii " putri mendeskripsikan kinal sesuaiprespektifnya, emang sih emang dia cantik, kawaii, ada bal-bal nya, tapi sayanggesreknya #SampaiKeDasar hati v.v


"jangan panggil ka put, panggil nabilah aja biar akrab" .

 "hah ? ?" .

"ehmaksudnya panggil ury aja biar akrab heheheu"

lanjut gue .

" maupulang ke bandung? emang bandungnya dimana?" .

"iya,dileuwi panjang put, kalo kamu bandungnya di mana?"
gue balik kepo,

"pasteur!!" .

gue mengangguk lumayan jauh ya, aelah jauh deket samaaja paling perkenalan ini cuma sampe gue turun di leuwi panjang aja, abis ituudah deh lewat seperti angin.
gak sadar dinginnya AC mulai menusuk dingin masuk kedalam rongga-rongga ini,kosongnya tambah berasa, kalo hati gue dipukul pasti nyaring bunyi nya.
gak kerasa gue udah menempuh perjalan ampe mau masuk tol cikarang barat, kocepet banget ya, tak terasa yah, apa gara-gara ngobrol ama cewe cantik? eh tapisi putri ini cantik gak sih mukanya ditutup masker gitu jangan-jangan bibirnyatonggos v.v kan amsyong..

"ko pake masker terus put?" tanya gue iseng.

"iya lagi flu nih hehehe uhuk!!" .


"tuhkan aku bersin" . woy ah sejak kapan bersin berubah suara? gesrek juga nicewek, tapi dari suaranya sih cantik, gue yakin dia orang cantik, kalo harukaorang pintar, kalo mama dedeh orang bejo, nah kalo saya orang jomblo PUAS ? ? ?

gue sempet nawarin minuman dari pada iseng tapi putri nolak dengan alasan ,lagi gak aus.
sepanjang perjalan kita ngoceh sana sini ngobrol banyak, tentang banyak hal,tetang dunia idoling, tentang pemilu , tentang capres tentang kenaikan bawangputih , yang di sinyalir naik karena masyarakat yang takut akan keberadaanvampir keluar valent yang mulai meresahkan XD
*korban
dari obrolan ini gue gak dapet info apa pun tentang putri dia cuma bilang kalodia lagi balik ke bandung karena dia kerja di jakarta.
sebenernya gue pengen minta pin bb nya, tapi gue urungin niat itu, karena kalogue minta PIN ATM nya kayaknya lebih GREEGED.
tinggal setengah jam lagi menuju bandung, putri orang nya asik, agak gesrekgitu..
tapi , ah kan baru kenal v.v .

"kamu lucu juga ya? jangan-jangan ekstraknya" cletuk putri.
gue cumaterkekeh belum pernah gue ketemu orang baru ampe se akrab ini something kayaada kemistri kaya pernah ketemu gitu tapi dimana ya, ato jangan gue ama siputri ini adalah anak yang ditukar ?


guecuma bisa nyengir kuda denger cletukan putri, yaelah sukur-sukur gue dapet pinBB nya v.v perjalanan gue sampe bandung segera berhakhir udah masuk gerbang dangue langsung turun di Leuwi Panjang, berat sih pisah ama putri *ciegitu.
bis berhenti, dan gue siap-siap buat turun putri mungkin bakal tinggal karenaperjalanan dia belum kelar ampe pasteur. "yaudah aku duluan ya put,"gue berpamitan dan berjalan kearah pintu depan bus. sebelum gue turun di ambangpintu bus gue liat kearah tapi , putri menunduk langsung sibuk bersamasmarthphone. "pertemuan singkat, yang berlangsung cepat tidak disangka,aku langsung terhipnotis oleh mu" *NyanyiDalemHati.
 dan bis itu melaju semakin jauh , bye putri.gini ya jadi jomblo baru ketemu cewek aja langsung ser ser an v.v gue memasukigerbang menuju perumahan gue, langit udah sore, dan cahaya-cahaya lampu ramai,gue melewati rumah-rumah yang udah gak asing lagi dimata gue..
tapi tiba-tibadi perempatan menuju rumah gue , gue melihat seorang cowok yang menarik paksaceweknya, mereka kaya lagi berantem, si ceweknya nangis sesegukan, dan ceweknyaitu udah gak asing lagi, meski hari udah mulai gelap tapi gue bisa liat jelaskalo cewek itu ieve, temen SMA gue..

gue menghentikan langkah gue, gak mungkin dong gue lewat gitu aja , emangnya gueiklan, jarak kita agak jauh , jalanan cukup sepi sampe gue bisa denger apa yangmereka cecokin, si cowoknya itu kaya pengen ngejelasin sesuatu tapi eive kayaudah kebakar, ampe beberapa kali nampar cowoknya, asik juga ni kaya nontonsinetron mas bram ama mbak hana bruakakak
*Korban

cowok itu kayaknya nyerahdengan muka emosia dia ninggalin cewek itu dipinggir jalan dan melaju kencangpake motornya, cian banget di taro di pinggir jalan, kaya cabe-cabe an aja luieve.
gue liat ieve duduk jongkok di depan rumah orang, dan terlihat beberapa kalimengusap air mata di wajahnya.

"iev ?"
gumam gue pelan, sambilperlahan mendekat ke arah dia, ieve menoleh, dan air matanya makin jelas.

"ury??"

dia agak kaget lihat kehadiran gue, ieve bangkit danburu-buru ngelap abis air matanya. kenapa ya? cewek kalo nangis keluar airmata, kenapa gak keluar air rawa aja, biar entar bisa di ekstrak pake pure it.lagian sih, kenapa cewek kalo sedih suka nya nangis, kenapa gak masak aja biarkenyang.

"ga usah di hapus iev ury liat semuanya ko " jelas gue. pengensih gue ngasih buat ngelap air matanya, tapi ah itu terlalu dramatis, emangnyaFTV v.v
"u..ury liat semuanya?" tanya ieve nafasnya agak tersengal,kayaknya nangis hebat deh?

matacewek belasteran sunda-manado ini terlihat mengembang , kayaknya air matanyamengandung baking soda deh. kita terdiam cukup lama, sebelum akhirnya guememberikan sebotol minuman isotonik yang tadi sempat gue tawarin ke si putri ."minum, nangis bikin ion tubuh berkurang" tawar gue. dengan ragu ievemeraih botol Ponori Sweet yang gue tawarin " makasih ury" balas ievedengan senyum tipis yang dipaksakan. "gausah maksain senyum iev, kalonangis-nangis aja, ury ngerti ko" *ciegitu. gue dan ieve kemudian duduk didepan rumah orang yang gue tau rumahnya kosong. "ieve sedih ry" . iyegue tau ieve mana ada orang seneng nangis seguksegukan ampe nampar cowoknya,gue gak menjawab omongan ieve, gue memberi ruang untuk ieve menjabarkanmasalahnya.. ko jadi mendadak curhat ya ? yelah nasib jomvlo dari SMA cumamentok jadi temen curhat gak pernah berlanjut jadi temen tapi tapi mesra.

"ieve baru tahu kalo si ogi cuma mainin ieve doang, ieve kesseel, saakit rysakiiit,"
pasti sakit tuh nyeseknya itu disini
*TunjukHati .


"ehm..terus"

gue menunggu kelanjutannya masih tertahan, selalu disaat saat yang seru la la la *Nyanyi.
ieve mengela nafas berat, matanya masih bocor.. "

ievegak nyangka kalo ogi itu sialan, ieve kira kita bakal serius tapi ogi ngecewainieve " .
tutur ieve suaranya sedikit terputus karena di selingi tangisan.
"yaudahieve sabar aja, kali aja ogi bukan yang terbaik buat ieve, yaudah ieve nyajangan nangis terus atuh" gue mencoba meredam, tapi gue gak tau caranyabikin cewek berhenti nangis, bikin cewek aja belum pernah, kan punya ceweknyajarang

*LohMalahCurhat

"ury...?"gumam ieve, isak tangisnya mulai berhenti.

"iya ?" .
"urymasih jomblo ? ?" .

hah? pertanyaan ieve bikin gue kaget, jangan-janganieve mau nembak gue sebagai pelarian dari si ogi ? ? "m..mas..masih masihemang kenapa ieve?" balas gue .

 "status jomblo ury ada garansinya ya, koawet banget dari dulu hehe" .

JLEB!! SAKITNYA ITU DISINI

*tunjukketek ,


sikampret , nangis-nangis aja kali, ini sempet-sempetnya mencemooh gue,emangnya gak nyesek di gituin teh ? ? ? ? gue cuma bisa diem tanpa bacot, daaku mah apa atuh emang jomblo v.v

"tapi ury kan ganteng ya? lucu lagi,tapi ko jarang punya cewek?" cerocos ieve dengan polosnya.

"gak tauieve mungkin ury nya yang gak pinter deketin cewek" .

balas gue dengansenyum lembab.
"hmm coba lain kali deketin cowok hehe" ni cewek sempet-sempetnya ajangebully gue, sabar ury sabar, orang sabar dapet verif v.v

"ievekalo nangis-nangis aja, sempet-sempetnya ngeledek ury" saut gue .

 "ya atuh gimana ieve udah plong, udahnangis kan , ieve udah ikhlas juga, biarin deh kali ogi nya bukan buat ieve"tutur ieve, wajah sendu nya tersenyum tipis.

"ieve strong yah!??haha" omong gue.
luemang gak berubah ieve senyuman itu masih sama , dengan lesung pipi di sebelahkirinya. tapi gue liat jelas kalo ieve emang gak se strong itu tapi dia cumapinter nutupin keadaan aja, biar kata dia senyum ato ketawa tapi kalo hatinyasakit tetep aja semuanya terasa beda, mata gue memandang lekat ke arah ieveyang lagi muter-muter tutup botol minuman disamping gue. ieve, cinta yang takpernah terucap.
lu adalah rasa yang tertinggal gue ieve, tanpa sadar neutron otak gue mulai bekerja di luar praduga, kenangan-kenangan masa SMA berkelebatlewat di kaya iklan kulit manggis.
ieve, lue mungkin gak tahu, kalo lu adalahalasan kenapa gue menangguhkan status jomblo ini sekian lama, dulu gue pernahberharap, buat menjadikan lue dan gue menjadi kita v.v

rasa ini muncul perlahandan baru terasa setelah kita menginjak bulan-bulan terakhir di bangku SMA,Januari-Mei gue udah cukup lama nahan, meski gue tahu lu gak pernah sadar, dan disampinghal-hal lain yang bikin gue hopeless . karena dari awal gue tau elu gak sukaanak jejepangan, dan lu gak suka JKT48, karena exactly lu K-POP permanen v.v
dan kita sempat cekcok gak jelas gara-gara lu bandingin JPOP sama KPOP, masalahkecil dan gak penting sih, tapi akhirnya kita akur lagi. lu adalah temenpertama yang gue punya sejak gue pindah ke bandung 2 tahun yang lalu, karenarumah gue pas di depan rumah lu, sekolah kita sama cuma kelasnya aja yang beda,lu ipa gue ips.


 kita berangkat sekolah bareng, pulang sekolahbareng, sampe sempet di cie-cie in gara-gara kita sering bareng, aduh ko malahcurhat gini ya? jadi Terharu-Desu .
sampai akhirnya, di perpisahan sekolah beberapa bulan yang lalu terletak di hall daerah sekitar bandung, hari itu adalahhari yang penting dimana telah tuntasnya riwayat perjalanan gue di bangku SMAdengan stelan jaz untuk murid cowok dan kebaya untuk murid cewek pukul 8 kita memadati hall untuk melangsungkan acara perpisahan.

disinilah hari, dimana gerbang masa depan dibuka lebar, kita akan berlari menujujalan masing-masing dengan mimpi masing-masing, menanggalkan atribut Sekolahmenuju ruang yang lebih luas dimana mimpi akan terwujud, hari itu adalah hariterakhir kita tertawa bersama, saling melihat, berbicara, teman sekelas yang terlihat mulai dewasa.
karena setelah hari itu, kita akan saling meninggalkan,semuanya akan berlari jauh menjemput mimpi, iya mimpi, dan bahkan saat itu guegak tau mimpi gue apa, akan jadi apa ? ? siang itu acara masih berlangsung tertibtapi gue meninggalkan aula dan duduk di tangga menuju pintu masuk gedung,menikmati terpaan pendingin ruangan yang berhembus dari dalam karena pintugedung terbuka, dan langsung menerpa punggung gue yang dibalut kemeja merah danjas hitam. ieve duduk di samping gue sibuk dengan camera DSLR mengecekfoto-foto yang tidak berapa lama di ambil, hari itu terlihat beda, denganbalutan kebaya simple dan tatanan rambut yang di gerai curly beda denganhari-hari biasa, yang rambut lurusnya cuma di iket ke belekang. gue udahplaning buat bilang perasaan suka ini di hari perpisahan, soal ditolak atoengga itu urusan belakangan, sebenernya ini cukup sulit buat gue, jangan nembakcewek nembak burung pipit aja sering meleset, karena
"karena bilang cintaitu tidak mudah, untuk bilang cinta pada mu, ku berlatih seharian, melatihdiriku dikaca, merangkai untaian kata demi kata.."
*Nyanyi.

atleast,gue mencoba menepikan keragu ragu an itu, karena gue udah terlanjur suka.

 "emm ieve?" gue mencobd memulai ,ieve menoleh dan menghentikan kegiatannya.

"iyaapa ury?" .

 "ieve, ury rasa..."

"iya...apa?" sambung ieve.

 "ury rasa, ury.. "

gue menahankelanjutannya, hati gue rasanya dor! dar! masih bimbang antara bilang apaengga. gue menarik nafas panjang, membulatkan tekad, dan gue rasa gue udah siapbuat bilang semuanya.

 "jadi gini iev" gue mengalihkanpandangan kearah ieve yang masih terbengong penuh tanda tanya.

"ury maungomong apa?" saut ieve mulai penasaran.

"sayang!!"sebuah suara cowok datang dari arah belakang, gue menoleh diikuti ieve danternyata cowok itu ogi.

"adaapa yang" saut ieve dengan tatapan yang sumringah saat ogi semakinmendekat.

"akupinjem camera, hp aku lowbat mau foto in anak-anak" tukas ogi, dengancepat kamera LDR itu berpindah tangan , ogi kemudian pergi di iringi lambaiantangan mesra dari ieve , dan gue cuma specless v.v GREK!! hati gue rasanyapatah PLETOK kaya pocy kalo digigit .
runtuh
#SampaiKedasarHati


"i..ieve,jadian sama ogi?" tanya gue pelan, dan garis wajah ieve langsung berbinar,

"he,eum iyah baru satu minggu sihh" ieve mengangguk dengan senyumanyang sumringah.
 oh gitu...

gue cuma bisa tertegun bengong,hati ku menjadi sakit #KuTakMampuBerkata .

"oh iya ury tadi mau ngomong apa?"ieve meminta omongan gue yang sempat terputus.

"oh iya, tadi ury maubilang kalo ury rasa, ury gak usah kuliah aja kali ya" tukas gue, gueterpaksa membelokan topik anjlok dari planing semula v.v .
"koury ngomongnya gitu sih? kan ury udah ngajuin beasiswa ?"

balas ieve .


"dualagi, ke jepang ama korea.."

lanjutnya lagi.

"hmmm iya sih"..

"uryharus punya mimpi, iya biar pun ieve tau kalo ury emang gak punya cita-cita,tapi ury harus jadi sesuatu yang bermanfaat, jalan ury masih jauh! "lanjut ieve "JANGAN NGIDOL TERUS!" serga ieve, dan pas bagian ini guemerasa ter-sindir.

gue tertegun sesaat, iya gue gak punya mimpi gak punyacita-cita hidup kaya gak niat, tapi engga juga, gue punya mimpi ko, mimpi gueya pengen nikahin shanju, terus punya anak selusin, dan cita-cita gue guepengen jadi pemain bola karena dari kecil gue udah hobi melukis.
*becanda .
"urypunya mimpi ko ieve" tukas gue.

"emang mimpi ury apa?" tatapanieve mulai serius.


 "MIMPI BASAH!" . dan saat guemendapat jitakan keras dari ieve, iya itu gue ieve tertawa lepas dengan polosnya
*Nyanyi.
danhari itu adalah hari kegagalan gue, dan sejak saat itu gue udah berjanji padahati gue kalo gue belajar dewasa buat buang perasaan gue ke ieve, mungkin bukanrejeki gue. DUAR!! back to the moment, uwaa ko flashbacknya NYESEUG yah, nyesekbanget kaya kelilipan beling, cakitnya di hati, tapi gue udah mulai move on ko*MoveOnKeGhaida ,
 iya meskipun gue sadar gak semudah itumenghapus rasa yang ada, nyeseknya itu kadang timbul lagi,timbul lagi, kaya taidi WC mampet, udah disiram aer se ember tetep aja muncul lagi. gue kembalitersadar dari proyektor memory yang berputar di otak beberapa bulan yang laluitu, gue melihat langit mulai gelap penuh dan mulai dingin maklum bandung!

"ieveudah jam 7 pulang yuk"
ajak gue, gue liat hidungnya memerah dan matanyabintit. "tuh muka kamu udah aneh ih, malu atuh di liat orang" ledekgue, ieve memoncongkan bibir mulai kesel.

"ih ury apaan sih" ievemelemparkan botol minuman kosong kearah gue.
"ayobalik!!"
gue bangkit menarik tangan ieve dan ikut bangkit kita berjalan sambilmendorong gerbak tertawa lepas dengan polosnya *ehh (nyanyi mulu lu, kayasaepul jamil aja) ,

 "ury abis theateran ya?" tanya ieve

"ohini? iya abis dari event JKT48" tukas gue, ieve mengangguk tak banyakbicara , dia emang gak pernah excited sama apa yang gue sukai ini, gue melewatitoko a kong ahong yang terlihat rame, gak jauh dari sana berdiri mei di depanrumah akong ahong yang memang rumahnya menempel dengan toko

 "ka ury gimana?" mei berjalan kearah gue dan ieve .

"udahberess" .

"terus kata kinalnya gimana?" meikepo lagi .

 "makasih katanya" garis bibir meitertarik, mei seperti tersenyum puas..

"makasihya ka, ka ury baik bangeett!" mei antusias dengan suaranya yang kecil danimut. "mei ngasih apa emang?" pertanyaan ieve ngelosor di tengahperbincangan. "mei ngasih gelang sama DVD 2NE1 ka" tukas mei.

"iiiihhhgelang yang limited edition itu ya, jangan bilang kalo DVD 2NE1 yang cuma adadi korea!!" tanya ieve geragas dan meledak-ledak mei mengangguk"iyaampun mei itu kan limit bingiit, kaka aja ampe sekarang gakdapet-dapet iih pengeeen" ieve merengek kaya anak minta pisang
*AnakMonyet.

"aku ada banyak item lain dirumah ka, baru nyampe dari korea loh"

tambah meibersemangat, ya Tuhan diriku seperti buih tak di hiraukan tak disadari gini nihkalo kpop ketemu pasti rumpi ? da aku mah apa atuh beda jurusan. akhirnya guetinggalin ieve di rumah mei, katanya sih mereka mau share hoby , yaah YKWIM !gue lanjut jalan, tinggal berapa belas langkah lagi nyampe rumah , kayaknyahari ini cukup best moment juga yah haha terasa panjang dan menyenangkan, guemenemukan banyak hal dalam satu hari XD , jaa~
sesampainya dirumah gue langsungmasuk kamar dan memeluk lembut kucing kesayangan gue , kucing belasteran anggora dan kucing kampung ini emang agak beda bentuk badannya kaya kucingkampung tapi bulunya agak panjang dan tebal, kucin betina gue namain
"yukirin-chan" biar GREEGED
tadinya mo gue kasih nama
"hellokitty " sih biar kaya nama selingkuhan nya mas bram, bruakakak *Korban.
dan tiba-tiba gue teringat pada pertemuan gue sama putri, mungkin gak ya gueketemu dia lagi? ? jarang jarang loh ya gue ketemu sama cewek yang suka JKT48,apalagi putri kayaknya orangnya asik dan kenapa gue malah sok ga minta pin BBnya! ba-baka!! v.v



di bandung dingin banget, ampe pas buka kulkas ada salju, ini nih yang bikingue males mandi..
maen ke pasteur asik kali ya siapa tau nyasar kerumahnyaputri *TernyataMasihNgarep , bangun pagi ke kamar mandi tidak lupa bayanginoshi, abis mandi ku larang mama membersihkan tempat tidur ku *IYKWIM
eh engga deh gue gak semesum itu ko, tenang aja gue mah orang baik, makannya ampesekarang jomblo, karena tiap cewek yang gue tembak pasti bilangnya

"maaf ry, kamu terlalu baik buat aku" .
naif banget kan alesannya setelah lamapletak plitek diatas kasur, akhirnya gue putusin buat gak mandi, buat apa mandi, gak bikin gue langsung berubah jadi don juan , ngapain mandi kalo abis manditetep aja jomblo , mandi gak mandi sama aja gak bikin member macarin gue*PhobiaAer . gue menyalakan tivi , dan langsung di suguhi berita pilpres yanglagi nge Heeettzzz, aelah mau presidennya jokowi ato prabowo tetep aja gakbikin jodoh gue di anterin ampe kedepan pintu, tetep aja gue harus nyari jodohsendiri, hari gini belum punya pacar sih ? yah kali aja jodoh gue lagi tersesatdiantara kerumunan orang yang lagi kampanye.

"ury!!bangun ry! bangun!" suara mama terdengar dari ruang tengah.

"UDAAAH"
saut gue. dengan muka yang masih berantakan gue berjalan keluar kamar di ikutiyukirin yang langsung lompat dari kasur.

"ke toko akong ahong gih"."apa, beli pembalut lagi?"
sela gue.
 "cie sensi amaaat"
mama mengacakrambut gue.

"beliin coklat bubuk sama butter gih mama mau bikin brownies" mamamemberikan selembar uang 50ribuan . "entar deh aku mandi dulu" gueberanjak dari kursi , tapi mama keburu narik baju "ah kelamaan berangkatsekarang" serga mama.

"aduhma belum mandi! malu ury gak PD keluar rumah kalo belum mandi" cerocosgue.

"yaampun ry cuma di depan doang toko nya, kamu mandi gak mandi sama aja ko! udahcepetan gue"

heummm akhirnya dengan berat hati gue meng iyakan mandatbeliau. jadi anak tunggal emang bikin gue memiliki hak-hak istimewa tapi sepijuga gak punya adek gak punya kaka , nah pas bagian ke warung pasti mama nyuruhgue terus, yailah masa nyuruh si yukirin aneh dong masa ada kucing nge jinjingkresek.

oh iya wota AKB marah gak nih yukirinnya gue jadiin nama kucing? enggadong yah! pan beda yukirin AKB kan susu nya cuma dua kalo yukirin kucing guekan susunya delapan.


gue udah nyampe di toko kong ahong, tumben sepi, gue langsung masuk kedalamtoko cuma ada beberapa orang yang lagi ngitung belanjaan, meja kasir gak dipenuhi tumpukan dus permen kaya kemaren sekarang gue bisa liat orang yang dudukdi meja kasir dengan jelas.

 "kong, minta coklat sama butter" guemenghampiri kong ahong di meja kasir, pria tua berkacamata ini, kemudianmenghentikan kegiatannya yang lagi ngitung barang belanjaan pelanggan lain.

"lu tau tempatnya nga?" tanya  akong .gue menggeleng, 2 taun gue idup di sini gue gak apal letak persis tempat tempatdagangan kong ahong, saking padetnya isi toko.

"mei....mei..!!" .

 "iyaakong".
gak berapa lama mei keluar dari dalem toko, yang nyambung denganrumah kong ahong, gak berapa lama mei udah ada di samping gue menghadap meja kasir

"lu kasih nih si ury coklat sama butter" .

mei mengangguk dan gakberapa lama dia udah kembali dengan coklat dan butter di kedua tangannya.

 "ini kong"mei meletakan belanjaan gue di meja kasir

"semuanya 20 rebu ry" kong ahong memasukanbelanjaan kedalam kantong kresek yang berlabel
"KONG AHONG KLONTONG"
ebuset panas banget nih toko kaya lagi keresepsi mantan, keadaan yang belummandi bikin gue gak nyaman , lembab-lembab biji mane gitu .

 "ih ka ury belummandi ya?" cletuk mei .

 "sotong lu meikayak dukun" gue mengelak padahal gue tengsin, njir tau aja ni bocah v.v

 "gimana maudapet pacar mandi aja males" lanjut mei.

"abis ini juga mau mandi weeek" balas gue."bau!" mei menutup kuping , pura-pura ke bau an . *Hah?



"20 rebu ry, mau bayar kagak!" serga akongmenggebrak meja, gue sempet kaget dan kemudian menyerahkan 50rebuan.

"cocok lu bedua besok langsung nikah ya" iniaki-aki ngomong apa sih? ngomong mau nikahin orang kaya mau nikahin duajangkrik se kate-kate , gimana kalo beneran gue nikah ama si mei kan lumayan*Ehh

 "ogah!!"mei ngeloyor keluar toko

" yee sapa juga yang mau"
gue ikut keluar tokosetelah mengambil kembalian dari akong. "dih ngikutin" mei sadar akanlangkah gue dibelakangnya .


"ka ury mau balik kali"

"yaudah bareng ajahehe" mei katanya mau minta drama korea ke rumah ieve yang udah jelaspasti bareng dong. oh iya keadaan ieve gimana ya?

 "eh mei, entarkalo kerumah ieve tanyain dong keadaan nya gimana gitu masih sedih ga"tukas gue, mei menghentikan langkahnya , menatap gue heran

 "sedih kenapaka, semalem waktu di rumah mei dia ketawa tawa aja, tapi emang muka nya agakaneh sih bintit semua, tadinya aku mau nanya itu bintitnya kenapa, tapi takutbintitnya bawaan dari lahir" ,
ni cewek ngomongnya kaga di ayak ape!? kalo bintitanya darilahir masa iya  gue bisa SEMPET NAKSIR ama ieve v.v


GERAGAS (Gesrek Gara-Gara Shania).''

 judulnya weird amatv.v uaahh udah 1 bulan gue gulang guling dikamar, nunggu konfirmasi lama jugayah, theater lagi off rindu kepada oshi semakin menggunung jomblo nya berasabanget
#SampaiKeDasarHati


beberapa kali gue ngecek TL twitter followerssegitu-gitu aja iya sih gue jarang follow orang lagian gue pasif kalo di duniatwitter, kalo di dunia lain baru gue aktif, lagian bikin akun juga cuma buatmedia ngidol biar lebih dekat dengan oshi haha. akhir-akhir ini TL emang seringgesrek ,penyebabnya ya sape lagi kalo bukan #KamiGesrekjeje,jenab,kinal,shania,beby, kadang sendy . gue suka ketawa sendiri liatconversation mereka, yah gue rasa JKT48 adalah sekumpulan orang gila yangterperangkap dalam tubuh cewek-cewek cantik v.v .



 dari pada bete, terus ni kasur entar bolonggara-gara gue tidurin mulu mendin gue jalan-jalan di bandung kan banyak tempatkeren, sukur-sukur entar nemu cewek ngegeletak di pinggir jalan kan lumayanntar gue pindahin tuh cewek ke tengah jalan biar #GREEGED .



Sumber : http://kuntilanaksosweet.blogspot.com/
Suasana kelas pagi itu cukup ramai, pelajaran pertama di kelas 11 IPA 1 kosong karena tidak ada guru yang berhalangan hadir.
"Males banget masuk hari jumat" ucap Jeje.
"Males mulu lu" bales Niko.
"Pulangnya cepet ini" sambung Rizal.
"Pulang cepet tapi pelajaran hari ini berat" ucap Kinal.
"Yaelah cuma kimia, fisika, sama matematika" balas Niko.
"Lah cuma, berat semua itu pelajaran" ucap Kinal.
"Besok kita libur ini kan sampe senin" ucap Jeje.
"Iya, liburan kemana ya?" tanya Kinal bingung.
"Gue deh yang nentuin tempat" potong Rizal.
"Sinka gimana? lu ga jalan sama dia?" tanya Niko.
"Yang liburkan sekolah kita doang, Sinka sekolah" jawab Rizal.
"Ya udah kemana?" tanya Kinal penasaran.
"Besok gue kasih tau, yang penting bawa baju ganti" ucap Rizal.
"Ya udah oke" balas Kinal dan Jeje.
Esok hari tiba. Jeje dan Kinal sudah berada di rumah Niko jam 5 pagi.
"Gila ni si Rizal, masa kita ngumpul di rumah Niko jam 5 pagi" ucap Kinal.
"Iya ya, untung kita nginep di rumah Niko" balas Jeje.
"Sampe liburannya ga seru, gue bejek tuh anak" ucap Kinal.
- See more at: http://www.fanfictionjkt48.com/2014/10/fantastic-4-pulau-putri-duyung.html#sthash.AKQtGw6J.dpuf
Suasana kelas pagi itu cukup ramai, pelajaran pertama di kelas 11 IPA 1 kosong karena tidak ada guru yang berhalangan hadir.
"Males banget masuk hari jumat" ucap Jeje.
"Males mulu lu" bales Niko.
"Pulangnya cepet ini" sambung Rizal.
"Pulang cepet tapi pelajaran hari ini berat" ucap Kinal.
"Yaelah cuma kimia, fisika, sama matematika" balas Niko.
"Lah cuma, berat semua itu pelajaran" ucap Kinal.
"Besok kita libur ini kan sampe senin" ucap Jeje.
"Iya, liburan kemana ya?" tanya Kinal bingung.
"Gue deh yang nentuin tempat" potong Rizal.
"Sinka gimana? lu ga jalan sama dia?" tanya Niko.
"Yang liburkan sekolah kita doang, Sinka sekolah" jawab Rizal.
"Ya udah kemana?" tanya Kinal penasaran.
"Besok gue kasih tau, yang penting bawa baju ganti" ucap Rizal.
"Ya udah oke" balas Kinal dan Jeje.
Esok hari tiba. Jeje dan Kinal sudah berada di rumah Niko jam 5 pagi.
"Gila ni si Rizal, masa kita ngumpul di rumah Niko jam 5 pagi" ucap Kinal.
"Iya ya, untung kita nginep di rumah Niko" balas Jeje.
"Sampe liburannya ga seru, gue bejek tuh anak" ucap Kinal.
- See more at: http://www.fanfictionjkt48.com/2014/10/fantastic-4-pulau-putri-duyung.html#sthash.AKQtGw6J.dpuf
Suasana kelas pagi itu cukup ramai, pelajaran pertama di kelas 11 IPA 1 kosong karena tidak ada guru yang berhalangan hadir.
"Males banget masuk hari jumat" ucap Jeje.
"Males mulu lu" bales Niko.
"Pulangnya cepet ini" sambung Rizal.
"Pulang cepet tapi pelajaran hari ini berat" ucap Kinal.
"Yaelah cuma kimia, fisika, sama matematika" balas Niko.
"Lah cuma, berat semua itu pelajaran" ucap Kinal.
"Besok kita libur ini kan sampe senin" ucap Jeje.
"Iya, liburan kemana ya?" tanya Kinal bingung.
"Gue deh yang nentuin tempat" potong Rizal.
"Sinka gimana? lu ga jalan sama dia?" tanya Niko.
"Yang liburkan sekolah kita doang, Sinka sekolah" jawab Rizal.
"Ya udah kemana?" tanya Kinal penasaran.
"Besok gue kasih tau, yang penting bawa baju ganti" ucap Rizal.
"Ya udah oke" balas Kinal dan Jeje.
Esok hari tiba. Jeje dan Kinal sudah berada di rumah Niko jam 5 pagi.
"Gila ni si Rizal, masa kita ngumpul di rumah Niko jam 5 pagi" ucap Kinal.
"Iya ya, untung kita nginep di rumah Niko" balas Jeje.
"Sampe liburannya ga seru, gue bejek tuh anak" ucap Kinal.
- See more at: http://www.fanfictionjkt48.com/2014/10/fantastic-4-pulau-putri-duyung.html#sthash.AKQtGw6J.dpuf